Anwar Sodik, From Programmer to Entrepreneur

Anwar Sodik, From Programmer to Entrepreneur

Anwar Sodik, mahasiswa peserta program beasiswa wirausaha MRUF Envoy Batch V ini berasal dari kota Surabaya dan mengecap pendidikan di Institut Teknologi Adhitama Surabaya. Meskipun lahir dari keluarga yang mayoritasnya adalah seniman dalang, dirinya mengakui bahwa ia memiliki passion yang tinggi terhadap teknologi sejak ia duduk di bangku SD sehingga ia memilih untuk kuliah di jurusan Sistem Informasi.

Dirinya memulai berwirausaha karena kepeduliannya terhadap kreatifitas desain pemuda Indonesia yang pada saat itu mengalami kendala dalam pemasaran terutama produk kerajinan. Dari rasa pedulinya yang tinggi, ia mencetuskan ide membuat situs jual beli berbentuk online marketplace dengan bendera craftline.co.id untuk bisa menampung dan memfasilitasi berbagai kreatifitas anak bangsa agar bisa melebarkan sayapnya dan bersaing di pasaran lokal maupun internasional.

Bersama dua rekannya yang bernama Rois dan Yahya, tidak lelahnya mencari berbagai peluang melalui berbagai pameran, berbincang dengan rekan-rekan, dan menjalin networking demi tercapainya mimpi craftline. Dirinya juga mengakui bahwa ia sampai bekerja paruh waktu di kampus tempat ia belajar hanya demi membiayai biaya operasional craftline yang saat itu masih seumur jagung.

Selain bermaksud membantu pelaku usaha di bidang kreatif, Craftline juga memperkerjakan anak-anak yatim di sekitarnya. Belum lama relaunching, kerja keras tim Craftline diakui oleh publik. Craftine menjadi juara Startup Techno Icon 2014 yang diadakan oleh Majalah The Marketeers yang diterbitkan Markplus. Penghargaan ini diraih karena bisnisnya juga memiliki dampak sosial.

Anwar tidak hanya menjalani bisnis craftline nya saja, namun juga tengah membangun bisnis lain diberi nama Dwidi.com, Usaha yang dirintis bersama salah seorang temannya di MRUF Envoy berfokus pada pembuatan dan maintenance website. Masih bergerak di industri yang tidak jauh berbeda, pada dwidi.com ia mendapatkan cukup banyak permintaan pembuatan website, maintenance website, hingga software untuk inventori dari berbagai perusahaan besar di Surabaya, Pontianak, Jakarta dan beberapa kota lain.

Hingga kini, dirinya mampu meraih omzet hingga jutaan rupiah perbulan dari bisnis dwidi.com dan craftlinenya. Kendati demikian, dirinya tetap bertekad untuk menyelesaikan kuliahnya hingga mendapatkan gelar sarjana. Lebih jauh lagi, ia memiliki mimpi untuk dapat memberdayakan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Indonesia melalui online marketplace kreasinya. Merasa sudah mampu mandiri, Anwar mendeklarasikan dirinya bahwa ia sudah bisa bebas beasiswa.

Comments

Article by: writer

You may also like these posts
Melihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIGMengungkap Coaching Bisnis