Apakah Orang “Bodoh” Bisa jadi Pengusaha Sukses?

Apakah Orang “Bodoh” Bisa jadi Pengusaha Sukses?

Apa itu Bodoh?

Sebelum kita membahas judul dari artikel diatas mari kita bahas dulu makna kata “Bodoh”. Kata “Bodoh” dalam masyarakat kita sering diartikan tidak sekolah atau tidak masuk rangking kelas. Bukan ini makna kata bodoh yang kami pakai diartikel ini. Bodoh yang akan dibahas di artikel ini lebih bermakna malas. Malas belajar, malas membaca, tidak mau belajar. Bukan persoalan sekolah atau tidak, dan masuk rangking kelas.

Artikel ini ditulis untuk menerangkan lebih lanjut tentang sebuah pemahaman dikalangan entrepreneur muda bahwa “Kalau mau jadi pengusaha tidak perlu sekolah”. Statement ini sering didengungkan di banyak seminar wirausaha. Statement ini muncul karena pembicara di seminar tersebut memang kebetulan tidak mengenyam pendidikan universitas atau memang drop out dari universitas. Tapi statement yang mereka lontarkan ini banyak dipahami secara keliru oleh para peserta seminar. Banyak anak muda yang mendengarkan seminar ini beranggapan bahwa “Tidak memiliki ilmupun bisa sukses”, “Malas belajarpun bisa sukses”. Kami pernah dapat komentar dari seorang teman yang sedang semangat menjadi pengusaha yang bunyinya “Ngapain mas rajin baca buku? Kan jadi pengusaha gak perlu pintar??”. Pernah juga “Ngapain mas menyelesaikan S1nya? Kan mau jadi pengusaha?”. Ada juga yang bilang “Ngapain capek-capek belajar untuk SPMB? Kan mau jadi pengusaha?”.

Mereka semakin yakin bahwa dengan pemahaman mereka setelah muncul artikel berjudul “10 orang bodoh sukses yang akhirnya sukses luar biasa”. Artikel tersebut juga memprofil 2 tokoh terkenal yaitu Albert Einstein dan Thomas Alva Edison. Kedua tokoh ini memiliki nasib yang sama yaitu keluar dari sekolah. Tapi apakah betul mereka di DO karena mereka anak bodoh? Untuk menjawab pertanyaan ini mari kita kaji mengenai salah satu penyakit yang wajib diketahui oleh para guru di luar negeri. Penyakit ini dikenal dengan nama ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder.

Apa itu ADHD?

Singkat cerita ADHD adalah sebuah kelainan dalam otak manusia. Jika anda mencari literatur di internet mengenai ADHD banyak yang menerangkan kalau ini adalah penyakit yang mengganggu dan cenderung berpengaruh jelek. Padahal ini hanyalah sebuah kelainan yang menyebabkan si penderita sulit belajar mengikuti sistem sekolah biasa. Menurut kami artikel yang satu ini mengenai ADHD adalah artikel yang sangat membangun dan tidak menakutkan bagi penderita ADHD.

Thomas Alva Edison (General Electric), Albert Einstein, Richard Branson (Virgin Group), Ted Turner (CNN), Walt Disney, Henry Ford, Malcolm Forbes, William Randolph Hearst, John D. Rockefeller (Standard Oil yang sekarang dipecah jadi Chevron, ExxonMobil, BP, dan Conoco Phillip), dan Bill Gates (Microsoft) adalah pengusaha yang juga penderita ADHD. Jika kita mengetahui tentang penyakit ini, maka tidak heran jika Albert Einstein dan Thomas Alva Edison “terpaksa” keluar dari sekolah. Karena mereka tidak bisa belajar dengan cara yang diterapkan disekolah biasa. Dalam banyak kasus penderita ADHD lebih cepat belajar dengan bereksperimen daripada duduk manis dan hanya memperhatikan guru berceramah. Bahkan mereka akan cepat bosan dan tidak mau memperhatikan apa yang diterangkan oleh guru.

Sir Richard Branson adalah seorang pengusaha pendiri Virgin group. Dalam buku biografinya berjudul “Losing My Virginity” diterangkan kalau Branson tidak bisa membaca dan tidak bisa berdiam diri. Sehingga Branson harus belajar dengan banyak mendengar. Ia harus pandai memancing orang untuk bercerita, karena ia tidak bisa membaca. Inilah alasannya kenapa para penderita ADHD ini drop out dari sekolah. Mereka bukanlah pemalas, dan mereka bukanlah anak nakal. Mereka hanya berbeda karena mereka tidak dapat belajar dengan duduk manis selama seharian. Mereka harus bergerak dan bereksperimen terus. Walaupun mereka memiliki fokus yang singkat, penderita ADHD bisa menjadi super fokus jika menemukan sebuah kegiatan yang mereka sangat sukai. Bisa jadi mereka terlihat seperti anak yang tidak bersemangat di kelas, tetapi mereka menjadi anak yang paling rajin dan paling semangat mengerjakan eksperimen atau kegiatan outdoor yang menarik bagi mereka.

Selain ADHD ada juga penyakit yang disebut disleksia yang sangat menyulitkan para penderitanya untuk belajar di sekolah “normal”. Disleksia adalah penyakit yang menyebabkan penderita sulit membaca. Pada umumnya penderita disleksia tidak akan berprestasi di sekolah. Nilai mereka selalu saja buruk. Pada akhirnya sebagian memilih untuk keluar sekolah. Tetapi uniknya ada data yang mengatakan bahwa 1 dari 3 pengusaha di Amerika Serikat adalah penderita disleksia.

Jadi para penderita ADHD & disleksia yang sukses ini bukanlah pemalas. Mereka rajin belajar dan mereka belajar dengan cara apapun. Kesuksesan mereka diraih dengan kerja keras dan dalam waktu yang cukup lama. Mereka menginvestasikan ribuan dan bahkan jutaan jam dari hidup mereka untuk mencapai kesuksesan mereka. Jadi apakah sekolah itu perlu untuk jadi pengusaha sukses? Jawabannya sangat perlu. Tapi sekolah yang sesuai dengan masing-masing diri anda. Sistem sekolah yang kita miliki belum tentu cocok untuk semua jenis manusia. Ilmu itu penting untuk melakukan apapun dalam dunia ini. Anda harus mencari cara belajar terbaik untuk anda.

Comments

Article by: admin