Beasiswa AMiDA 2013: Menuju inisiasi layanan baru

Beasiswa AMiDA 2013: Menuju inisiasi layanan baru

Mien R. Uno Foundation bekerjasama dengan MICRA Indonesia memberikan kesempatan kepada staf atau manajer Lembaga Keuangan Mikro untuk mengikuti AMiDA 2013 (Academy for Microfinance Development in Asia) melalui skema beasiswa. AMiDA adalah event pelatihan tahunan untuk praktisi microfinance di Asia yang diselenggarakan oleh MICRA Indonesia, dan tahun ini diadakan di University Club UGM, Yogyakarta pada Senin-Sabtu, 10-15 Juni 2013.

Beasiswa ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran atas pentingnya peningkatan kapasitas lembaga keuangan mikro, membantu LKM untuk mendapatkan kesempatan meningkatkan kapasitasnya, mendorong adanya inisiasi dalam peningkatan layanan kepada klien.

Tiga orang yang lolos seleksi yaitu Indra Muriawan supervisor BMT Mardlotillah Sumedang, Bambang Miswanto ketua pengurus & manajer BMT Sanama cabang Cileunyi, serta Uli Fitriyani manajer cabang BMT Al Falah Cirebon. Ketiga penerima beasiswa ini dipilih karena idenya paling berdampak besar bagi kemajuan usaha klien. “Saat ini saya sudah bekerjasama dengan MicroSave dan membuat rencana kerja 5 tahun lengkap dengan visi, misi, indikator dan langkah yang jelas. Saya akan membentuk kelompok usaha dengan kriteria masyarakat miskin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Saya yakin dengan beasiswa dari MRUF, saya dapat semakin dekat mewujudkan ide saya“, ungkap Pak Bambang.

Masing-masing penerima beasiswa mengikuti kelas Strategic Marketing selama dua hari. Selain itu penerima beasiswa juga terlibat dalam kelas Building Human Resources for Microfinance Industry yang diadakan selama tiga hari. Dalam kelas ini penerima beasiswa memperoleh ilmu tentang bagaimana merekrut orang yang tepat pada waktu yang tepat mengingat selama ini banyak BMT yang kesulitan memperoleh SDM yang sesuai dengan kriteria dan kompetensi yang diinginkan. Mereka juga diberikan skill untuk memetakan beban kerja sehingga lebih efektif dan efisien sehingga tidak perlu menambah atau mengurangi SDM yang sebenarnya tidak diperlukan. Di kesempatan lain mereka juga melakukan kunjungan lapang ke lembaga keuangan mikro dan pelaku usaha mikro.

Berkumpul dengan para pengelola LKM dari berbagai daerah baik dalam dan luar negeri, memancing para penerima beasiswa untuk berusaha berbagi pengalaman dengan peserta lain. Dalam kesempatan tersebut penerima beasiswa bertemu dengan peserta yang berasal dari Grameen Bank – India, Progress Out Of Poverty Index – Filipina, Banco Nasionale de Commercio – Timor Leste, dan beragam LKM baik di dalam maupun luar Jawa. Pertemuan tersebut diakui penerima beasiswa mampu meningkatkan wawasan dan pengetahuan mereka untuk diterapkan di lembaga masing-masing. Ilmu yang dipelajari juga menajamkan ide pengembangan lembaga yang sudah mereka susun.

Kini para penerima beasiswa sedang menyiapkan diri untuk dapat merealisasikan ide pengembangan lembaga yang diharapkan dapat terwujud tahap demi tahap, dan kedepannya MRF akan melibatkan penerima beasiswa pada pelatihan pendampingan. Selamat bertugas.

Comments

Article by: admin