Business Coaching 1: Upaya Meningkatkan Produktivitas

Program MRUF ENVOY (Entrepreneur Development Scholarship for Youth Program) sudah memasuki tahun ke-V. Untuk angkatan ke-V ini, terdapat inovasi pada kegiatan intinya. Inovasi tersebut adalah adanya Coaching one-on-one bagi para mahasiswa setiap bulannya di masing-masing kota sebanyak 6 kali di setiap regional.

Penelitian Olivero Dkk (1997) dalam Public Personnel Management, mempelajari bahwa pengaruh training pada diri seseorang hanya sebesar 28 persen saja. Namun jika training dikombinasikan dengan coaching, maka produktivitas dapat meningkat sebesar 88 persen. Dengan memfasilitasi coaching, MRUF berharap agar mahasiswa meningkat produktivitasnya sehingga usaha yang digelutinya sustainable dan profitable.

Sebagaimana pemain olah raga profesional yang selalu berusaha untuk berada di ranking teratas, entrepreneur profesional juga memerlukan seorang (atau beberapa) coach untuk membantu mereka mengembangkan bisnis mereka mencapai puncak keberhasilan dalam industrinya. Dengan berinteraksi dengan seorang business coach, mahasiswa seperti memiliki partner bisnis yang akan bersama?sama menggali berbagai kemungkinan strategi baru yang dapat diterapkan langkah-demi-langkah bersama.

Dalam business coaching ini, MRUF akan membimbing mahasiswa untuk mengembangkan bisnis melalui peningkatan kualitas entrepreneurship mahasiswa sehingga mahasiswa mampu mengembangkan ide-­?ide strategis serta mengambil keputusan secara berbeda agar bisnis dapat mencapai profit dan berkelanjutan. Di era bisnis modern yang sangat kompetitif ini, Indonesia harus memiliki banyak entrepreneur yang memiliki kemauan, passion dan daya saing yang kuat dalam mengembangkan bisnis mereka.

Pada 17-18 November 2013, Coaching I dilaksanakan di Surabaya, tepatnya di Meeting Room PT Otak Kanan, dengan 11 mahasiswa.

Pada 21-23 November 2013, Coaching I dilaksanakan di kota kedua, yaitu di Bandung, dengan 14 mahasiswa. Walau ada perubahan jadwal coaching mendadak, namun hal tersebut tidak mematahkan semangat mereka untuk coaching. Semua dapat meluangkan waktu disela-sela kesibukan kuliah mereka.

Pada 26-27 November 2013, Coaching I dilaksanakan di kota ketiga, Semarang, tepatnya di Meeting Room Hotel Pandanaran, dengan 13 mahasiswa.

Pada 29-30 November 2013, Coaching I akhirnya dilaksanakan di kota keempat atau kota terakhir yakni Yogyakarta, tepatnya di Ruang Kelas KT Gongs!n Jalan Gowongan Kidul, dengan 11 mahasiswa Mahasiswa antusias untuk Coaching walaupun cuaca sedang tidak baik. Beberapa mahasiswa datang dengan kondisi kehujanan.

Coaching pertama ini merupakan pengalaman pertama bagi mahasiswa. Oleh karena itu, masih banyak mahasiswa yang belum paham terkait jalannya proses coaching. Mahasiswa memiliki pandangan bahwa coaching adalah konsultasi biasa.

Beberapa mahasiswa yang masih bingung dengan bisnisnya, seusai coaching, mereka merasa tercerahkan karena mendapatkan gambaran detail untuk membenahi bisnisnya. Seperti salah satu mahasiswa yang memberi penuturan sebagai berikut, “Saya pikir coaching ni ngapain, paling kaya konsultasi-konsultasi gitu. Ternyata diluar ekspektasi saya. Saya mendapatkan lebih dari coaching ini. Usaha yang saya rasa baik-baik aja, ternyata abis di-coaching, masih banyak masalah. Setelah coaching ini makin banyak PR, tapi makin ngerti harus ngapain kedepannya biar usaha saya maju. Benar-benar diluar ekspektasi saya, ini sangat mencerahkan.”

Setelah coaching, mahasiswa mendapatkan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk memperbaiki bisnisnya.

Comments

Article by: admin