Cecep, Satpam pemilik Warnet

Mien R Uno Foundation Satpam Pemilik Warnet, Cecep

Cecep (35) adalah seorang satpam sebuah perusahaan di Bandung. Meski bekerja sebagai satpam, ia memiliki jiwa kewirausahaan yang tinggi. Hasilnya, saat ini ia memiliki warnet dengan penghasilan kotor Rp11-12 juta per bulan.

Cecep mengalami jatuh bangun hingga mampu bertahan seperti sekarang. Beberapa kali ia telah membangun usaha, namun beberapa kali itu juga gagal. Tapi semangat wirausaha dalam jiwanya membuatnya tidak berhenti. Cecep pernah membuka usaha warnet pada tahun 2000, namun bangkrut karena pengelolaan SDM yang kurang baik. Setelah itu ia membuka konveksi dan percetakan. Namun, dua usahanya itu juga bangkrut dikarenakan krisis moneter.

Tidak pernah menyerah, Cecep melihat peluang pada sebuah warnet yang akan dijual karena kurang terkelola dengan baik. Dengan bekal pengalaman atas kegagalan usaha warnet sebelumnya, ia memutuskan untuk membeli warnet tersebut. Cecep memberanikan diri

berhutang kepada pamannya sebesar Rp 40 juta dengan jangka waktu pengembalian satu tahun.

“Saya tertarik, karena dulu saya pernah buka warnet, selain itu pasar warnet juga sedang berkembang,” ujar Cecep mengingat alasannya pada saat mengambil alih warnet tersebut. Perhitungannya tidak salah, kali ini Cecep mendapatkan hasil dari kegigihannya. Warnet yang diberi nama Az Zahra tersebut telah mampu memberikan hasil kepadanya.

Warnet ini memiliki 12 unit komputer dan dua buah printer yang mana selalu ramai saban harinya. Pengunjung datang untuk ber-internet ria atau mencetak foto dan keperluan lainnya. Karena banyak pengunjung dan keterikatannya pada pekerjaan satpam, Cecep memperkerjakan dua orang untuk membantunya ditambah satu orang teknisi freelance.

Dengan jam operasional dari pukul 06.00-24.00, warnet ini mampu memenuhi kebutuhan pelanggannya dengan baik. Lokasinya juga sangat strategis di lingkungan sekolahan dan perkantoran di kawasan Banteng, Bandung.

Karena masih berstatus sebagai satpam, Cecep tidak sepenuhnya berada di warnet. Jika mendapat giliran jaga malam, maka ia menyambangi warnetnya siang hari, demikian pula sebaliknya. Cecep tidak khawatir dengan pengelolaan warnetnya karena ia dapat memantau pemakaian komputer di warnetnya setiap saat secara online dari rumahnya.

Karena keuletannya, Mien R. Uno Foundation memberikan fasilitas pembiayaan melalui BMT Mitra Sadaya Bandung untuk membeli peralatan tambahan. Dengan perencanaan yang matang, Cecep mampu mengembangkan usahanya dengan baik sehingga tahun ini ia akan membuka cabang.

Comments

Article by: admin