Dari Pemulung, Kini Menjadi Juragan Ikan Air Tawar

Dari Pemulung, Kini Menjadi Juragan Ikan Air Tawar

Oleh: Rifan Ardiansyah

Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi pilihan saya dan juga pilihan orang tua saya, untuk melanjutkan studi saya dalam dunia akademik. Mengapa menjadi pilihan orang tua saya karena background mereka yang PNS menginginkan saya untuk seperti mereka. Saya mengerti akan maksud kedua orang tua saya, mereka ingin saya hidup dengan hidup lumayan dengan penuh jaminan gaji bulanan, tunjangan, dan dana pensiun pada saat kita tua nanti.

rifanPada tahun 2009 saya mulai memasuki perkuliahan di program studi pendidikan manajemen bisnis. Seperti halnya mahasiswa biasa yang menjalankan perkuliahan dan disibukan dengan tugas-tugas saya merasa ada yang kurang jika saya hanya sebagai mahasiswa yang kesehariannya disibukkan dengan dunia teori yang belum tentu saya pakai nanti. Pada semester kedua saya putuskan saya harus memulai berbisnis karena saya tidak ingin menyia-nyiakan sisa waktu yang saya miliki untuk hal yang kurang produktif. Saya harus tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab,saya pun memulai dengan berbisnis gorengan yang bermodalkan tabungan saya selama SMA setiap subuh saya pergi ke salah satu pasar di Bandung untuk membeli bahan baku dan sebelum berangkat kuliah saya mengolahnya menjadi beraneka macam gorengan, kemudian saya jajakan di kampus.

Seiring berjalannya waktu saya sadar bahwa bisnis itu bukan sendirian tapi harus membuat suatu tim. Saya pun berpikir jika saya terus berbisnis dengan cara bekerja sendiri maka saya akan lamban untuk tumbuh, kemudian saya menemukan bisnis yang menurut saya prospektif dan juga bisa membuka lapangan pekerjaan bagi warga disekitar rumah saya yaitu membuka pabrik pengolahan daur ulang sampah pelastik, karena menurut saya usaha ini relatif mudah dalam mencari bahan baku sampah pelastik yang begitu melimpah. Saya pun mencari tempat pembelajaran mengenai usaha ini, sampai saya temukan sebuah pabrik pengolahan pelastik yang bisa dikatakan sukses didaerah Bantar Gebang Bekasi yang bernama CV Majestic Buana milik pa Baedowi, bersama beliau saya belajar tentang bagaimana cara mengolah dan memasarkan hasil daur ulang sampah pelastik tersebut, saya sangat terinspirasi sekali setelah bertemu dengan beliau selain sukses dalam usahanya beliau juga membantu pengusaha, pengepul dan juga pemulung dalam mencari nafkah.

rifan 2Namun berbisnis daur ulang sampah ternyata memerlukan modal yang lumayan besar. Kemudian saya ajukan pinjaman kepada kedua orang tua saya, sontak mereka menolak karena sebetulnya kedua orang tua saya tidak mengizinkan saya untuk berbisnis ditambah lagi dengan melihat jumlah uang yang akan saya pinjam, dalam hati saya berkata “saya harus tetap bisa menjalankan usaha ini walaupun tanpa bantuan orang tua, saya yakin saya bisa”. Pada waktu itu saya punya pemikiran bagaimana saya memulai usaha ini, yang terpikirkan oleh saya yaitu mengumpulkan bahan bakunya terlebih dahulu dengan menjadi pemulung sambil saya mengumpulkan modal dengan tetap berjualan gorengan dan kerudung pada saat itu dan terus mencari informasi-informasi penunjang usaha tersebut. Dimulailah perjuangan saya dengan memungut botol-botol pelastik bekas yang saya temui baik di kelas, di jalan, maupun di kosan tempat saya tinggal, setiap 2 minggu sekali hasil pungutan saya bawa ke rumah di Cianjur karena di tempat kosan saya tidak cukup sebagai tempat penyimpanan. Saya akan buktikan kesungguhan saya dalam berwirausaha kepada kedua orang tua saya. Tak terasa kurang lebih setahun saya kumpulkan botol-botol tersebut. Tapi pada suatu saat saya pulang ke rumah botol-botol pelastik yang saya kumpulkan selama satu tahun tersebut sudah tidak ada lagi di rumah, ternyata eh ternyata sudah dijual oleh orang tua saya dengan alasan mengganggu keindahan rumah, saat itu sontak hati saya sedih berbalut kesal karena usaha yang saya perjuangkan selama ini tidak didukung oleh orang tua saya, saya pun sempat putus asa dalam berwirausaha pada saat itu serasa dunia ini begitu sulit bagi kehidupan saya.

Tapi waktu tidak bisa dihentikan sejenak untuk kesempatan kita berputus asa karena waktu akan terus berjalan. Kemudian saya bangkit dan menjelaskan kepada orang tua apa yang menjadi tujuan saya berwirausaha dan memohon pengertian dan restu mereka, dan alhamdulillah ternyata ada hikmah dibalik kejadian tersebut yaitu pada saat saya mencari informasi tentang ilmu berwirausaha saya bertemu dengan banyak orang sehingga saya mempunyai banyak relasi dan salah satunya dibidang perikanan, kemudian saya tekadkan untuk berwirausaha di bidang perikanan terutama nila merah karena menurut saya usaha ini modalnya kecil dan juga persaingannya tidak begitu berat, dengan dibantu dua orang pegawai alhamdulillah usaha yang dirintis 1 Pebruari 2011 ini bisa berjalan sampai saat ini ditambah lagi tidak menggangu kuliah saya.

Pesan dari artikel ini “Di setiap kegagalan pasti ada hikmah yang bisa kita ambil, so jangan takut gagal karena kegagalan lah yang akan membesarkanmu selama kamu tidak menyerah”

Comments

Article by: Admin MRUF

You may also like these posts
Kenali Bisnismu di Training 2 MRUF ENVOY VIIIMelihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIG