Bisnis sekaligus Memberdayakan Petani

Bisnis sekaligus Memberdayakan Petani

Bagi petani di daerah Cikole, Dian Akhdian adalah sosok yang akrab dengan kehidupan mereka. Melalui koperasi syariahnya Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Rabbani, Dian membantu para petani untuk mendapatkan fasilitas kredit sehingga dapat bercocok tanam sekaligus mengatur keuangan rumah tangga mereka. Dian juga menjamin hasil panen para petani akan dibeli melalui sebuah unit bisnis yang didirikannya bernama Lembang Fresh. Lembang Fresh memasarkan hasil pertanian ke supermarket premium di Jakarta. Dengan mekanisme ini, petani tenang karena hasil panennya pasti dibeli dengan kepastian harga sedangkan Lembang Fresh memperoleh pasokan yang pasti agar dapat memenuhi pesanan supermarket. Karena hasil petani akan dibeli Lembang Fresh, pihak koperasi nyaman untuk memberikan kredit karena hasil pertanian sudah pasti dibeli sehingga petani mampu membayar.

Dengan mekanisme ini, para petani tidak perlu pusing memilih bertanam komoditas tertentu karena sudah ditentukan oleh Lembang Fresh. Adapun Lembang Fresh menentukan sayuran apa yang harus petani tanam berdasarkan pemesanan dari pihak swalayan-swalayan disekitar kota Bandung dan Jakarta.

Dian tampil sebagai sosok entrepreneur yang memberikan solusi sekaligus mendapatkan profit usaha. Ini tidak mengherankan karena ia telah mengasah jiwa kewirausahaannya sejak bangku kuliah. Ia sempat berdagang dengan mengantarkan barang-barang jualan ke toko-toko di sekitar kota Bandung. Bermacam barang pernah ia pasarkan. Pernah pula ia bekerja menjadi seorang penjaga ternak kelinci. Hal tersebut dilakukannya dengan tujuan untuk bisa hidup mandiri dan tidak lagi bergantung kepada orang tua. Ia juga memiliki misi untuk membangun relasi sejak dini.

Penerima beasiswa Scholarship for New Intitiatives (SFNI) Mien R Uno Foundation ini juga pernah membantu sebuah yayasan pendidikan dan menjadi  karyawan di salah satu koperasi syariah di Bandung. Ia tertarik dengan dunia perkoperasian karena banyak berhubungan dengan orang dan ada motif sosialnya. Karena kurang puas dengan kinerja koperasi itu, memutuskan berhenti dan mendirikan koperasi syariah sendiri.

Dengan merangkul kedua temannya, Dian pun mengajak beberapa orang untuk mendirikan koperasi syariah.  Pada awal perjalanan, koperasinya tidak berjalan mulus karena belum mendapat kepercayaan masyarakat. Namun, Dian segera mengambil tindakan dengan mencari mitra kerjasama kepada instansi lain sehingga pada tahun 2003, kepercayaan masyarakat pun mulai terbangun setelah ada kerjasama dengan CSR sebuah perusahaan dengan dana Rp. 20 juta.

“Dulu kami menerima tamu dengan bersila,” kenangnya. “Kantor kami kecil mengontrak dengan pengelola 3 orang.” Kini koperasinya telah beraset Rp. 12 miliar dan telah memiliki kantor sendiri.

BMT Rabbani menyalurkan kredit kepada petani untuk pembelian bibit, pupuk maupun perawatan sayurannya sekaligus kebutuhan sehari-hari. Selain itu juga membiayai sektor perdagangan.

Dian menyadari bahwa kredit pertanian memiliki resiko tinggi. Ia pun berpikir bagaimana meminimalisir resiko kredit dan bagaimana supaya hasil petani dapat diserap pasar. Dian mempelajari rantai bisnis pertanian dan akhirnya mendirikaan Lembang Fresh sebagai offtaker hasil petani.  Meninimalisir resiko usaha, ia hanya membeli sayuran organik yang laku di supermarket. Para petani yang mendapatkan kredit dipersyaratkan untuk menanam tanaman yang diminta swalayan.

Dengan cara ini petani lokal mendapat kepastian pembeli sedangkan Lembang Fresh dapat memenuhi permintaan swalayan-swalayan mitra Lembang Fresh. Hasil pembelian Lembang Fresh dari para petani tersebut, kemudian akan menjadi angsuran kredit maupun tabungan petani yang disetor kepada koperasi.

“Mengelola koperasi tidak bisa bisnis murni,” ujarnya. Ada cerita menarik saat penagihan kepada anggota yang mempunyai kredit macet, bukan uang angsuran yang ia peroleh malah Dian memberikan uang kepada anggota tersebut. “Sempat nagih kepada anggota, gak taunya anak-anaknya lagi sakit. Gak tega saya, udah aja saya kasih uang” ungkapnya. Namun niat baik selalu mendapat balasan, setibanya di koperasi ternyata ada anggota yang menabung dengan jumlah yang sangat besar. Memang uang tersebut tidak langsung masuk ke kantongnya, namun pada akhirnya akan mengalirkan profit yang akan dinikmati sebagai pengelola koperasi.

Menurutnya koperasi atau BMT harus memberdayakan sesama. Hal ini dibuktikan dengan siklus ekonomi yang terjadi dalam bisnisnya, yang telah memberikan keuntungan kepada petani, Lembang Fresh dan koperasinya. Terbukti dari meningkatnya aset dan jumlah anggota koperasi, pendistribusian sayur oleh Lembang Fresh kepada swalayan-swalayan yang jumlahnya semakin banyak, serta naiknya kesejahteraan petani sayur di daerah sekitar.

Comments

Article by: Admin MRUF