Target 1 Milyar

Target 1 Milyar

Nur Lailatul Chirziyyah atau akrab dipanggil Ella oleh teman-temannya adalah pengusaha konveksi yang terbilang sukses di kawasan komplek Saibi jalan mekar manah no.2 Cijerah. Sikap ramah dan rendah hati adalah dua hal pertama yang terlihat saat berbincang dengannya. Berbagai pengalaman sudah dilewatinya selama 8 tahun di bisnis konveksi.

Sebagai pengusaha, Ella dikenal sebagai sosok yang ulet dalam bekerja, kemauannya untuk terus belajar dan semua kerja kerasnya telah mengantarnya sebagai wanita pengusaha konveksi dengan omset mencapai 400-600 juta. Untuk mencapai itu semua dilaluinya dengan usaha yang gigih, apalagi sebagai seorang ibu kesibukannya terbagi di rumah dan di tempat konveksi miliknya. Kemampuannya mengatur waktulah yang bisa membuatnya sukses di dua profesi tersebut sebagai Ibu dan pengusaha.

Berawal dari usaha bersama yang dimiliki oleh keluarganya, disanalah ia belajar dan memperhatikan peluang-peluang usaha lainnya yang bisa mendukung usaha keluarga tersebut. Kemudian pada tahun 2006 dibangunlah sebuah usaha konveksi yang memproduksi bermacam jenis pakaian dewasa.

Pada awal usahanya Ella hanya memproduksi pakaian-pakaian dewasa untuk memenuhi pesanan dari CV. Neps State yang dimiliki oleh salah seorang kerabatnya. Kualitas jahitan yang memenuhi standar menjadikan usahamya dipercaya beberapa brand besar untuk memproduksi di konveksi miliknya.

Pasang surut dalam usaha produksi pakaian dewasa, memacu Ella mencari jalan keluar dengan cara menambah jenis pakaian yang akan diproduksi. Dengan pendampingan  Bambang dari BMT Sanama ia melakukan menawarkan jasanya kepada pemilik brand pakaian bayi. Bambang telah dibekali ilmu pendampingan bisnis mikro dari Mien R. Uno Foundation.

Kabar tentang kualitas yang dimiliki oleh usaha konveksi miliknya akhirnya tersebar luas, membuat konveksinya kebanjiran pesanan dari beberapa brand pakaian bayi. Pesanan pun datang untuk memproduksi pakaian bayi.

Karena pesanan makin banyak, maka ia membutuhkan tambahan modal.  BMT Sanama membantunya dengan pinjaman untuk modal produksinya.

Produksi Ella makin meningkat, namun akhirnya ia memilih untuk hanya memproduksi pesanan pakaian bayi dan dua brand pakaian dewasa. Hal ini disebabkan sebagian besar pemilik brand menggunakan sistem pembayaran  tempo sehingga menghambat cash flow.

Keputusan ini diambil setelah pendamping bisnisnya melihat bahwa perputaran uang di produk pakaian bayi lebih cepat meski marginnya kecil. Ia menghentikan produksi pesanan dengan sistem tempo yang lama sehingga cashflownya sehat.

Di dalam usaha konveksi ini, kelangkaan bahan baku dan kurangnya modal  menghambat proses produksi miliknya. Pernah suatu kali stok bahan baku menghilang dari pasaran karena dolar yang naik sehingga ia bingung harus mencari bahan dimana untuk produksi. Ia dibantu BMT Sanama menangani permasalahan ini dengan pinjaman dan networking.

Saat ini konveksi miliknya bisa memproduksi sekitar 7000 lusin pakaian bayi.  “Sebenarnya permintaan banyak, namun saya masih perlu tambahan modal untuk bahan baku,” ujarnya. Maka saat ini selain fokus pada produksi pakaian bayi, ia juga mencari investor.

Sekarang ibu satu anak ini memiliki target baru dalam mengembangkan usaha konveksinya. Ia merencanakan untuk meningkatkan omsetnya hingga 1 miliar per bulan.

Comments

Article by: Admin MRUF