Masuk Pasar Menengah Busana Muslim

Masuk Pasar Menengah Busana Muslim

Ermaya memulai usaha dengan membantu ibunya yang berprofesi sebagai penjahit. Niatnya untuk mandiri mengantarkan dia masuk bisnis baju muslim berlabel Aroora Boutique.  Awalnya Ermaya yang merupakan mahasiswa Universitas Gajah Mada ini merancang baju untuk dirinya sendiri kemudian dijahit oleh ibunya.  Ternyata teman-teman menyukai bajunya sehingga makin banyak yang memesan baju kepadanya. Akhirnya dia memutuskan untuk menjual baju-baju rancangannya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliahnya.

Selain berjualan di kampus, ia  juga memasarkan bajunya melalui media sosial, sehingga teman-teman SMA-nya juga melihat koleksinya dan tertarik dengan rancangan Maya.  Dari sini usahanya mulai berkembang, namun belum menjadi bisnis.

Karena belum memahami bisnis, Maya begitu sapaan akrabnya, ia tidak menghitung biaya produksi sehingga keuntungannya hanya sedikit.  Saat masuk program MRUF Envoy V, ia baru menyadari bahwa keuntungannya hanya Rp. 40.000 sebulan dari beberapa baju.

Saat masuk program MRUF Envoy, Maya merasa bahagia sekaligus minder. “Teman-teman membawa sejuta cita-cita tentang bisnisnya yang super keren dan bikin mulut saya menganga kalau mendengarkan ocehan semangat mereka.” Sedangkan dia hanya membawa satu cita-cita yaitu belajar berbisnis agar tidak minta uang kepada orang tua lagi.

Melalui beberapa training dan pendampingan, akhirnya Maya sadar bahwa bisnis itu ada aturan dan rambu-rambu. Ia mulai merubah strategi pemasaran dan harganya. Ia juga membenahi sisi produksi dengan mencari rekanan penjahit.  Maya mendefinisikan baju yang dijualnya sebagai baju muslim yang memenuhi aspek keindahan namun tidak meninggalkan syariat.

Untuk pemasaran offline, Maya memakai bajunya sendiri sebagai manekin berjalan, dan ternyata tanpa menawarkan terkadang pembeli sudah langsung tertarik. Untuk menjadi manekin berjalan, ia mendapat inspirasi dengan belajar etika dan cara berpakaian ala Ibu Mien. Menurutnya, mempercantik penampilan bukan untuk menarik lawan jenis tetapi lebih dari itu kita menghargai diri kita sendiri dan membuat pakaian yang kita kenakan juga lebih bernilai.

Ia pun mewajibkan diri menjalin hubungan dengan kalangan menengah keatas sehingga bisnisnya berkembang dan keuntungannya makin tinggi sehingga mampu menyatakan bebas beasiswa pada bulan ke delapan.  Saat ini, bisnisnya mampu memberikan pendapatan pribadi sebesar Rp. 4 juta per bulan.

Alhamdulillah, setiap bulannya selalu ada peningkatan omset dan bagian yang terpenting dalam hidup saya adalah bisa membuat ibu saya tersenyum setiap saya pulang dan selalu menyambut dengan semangat cerita-cerita tentang bisnis yang saya jalani sekarang.”

Comments

Article by: Admin MRUF