Belajar dari Film 9 Summer 10 Autumns

Belajar dari Film 9 Summer 10 Autumns

Menonton film bisa dijadikan ajang belajar, tentu saja dengan film pilihan.  Senin, 22 September 2014 pukul 10.00 hingga 12.00 WIB, MRUF memfasilitasi para penerima beasiswa wirausaha Entrepreneur Development Scholarship for Youth  (Envoy) angkatan VI untuk belajar dari film dengan menggelar nonton bareng Blitz Megaplex Mall Pacific Place dengan film pilihan “9 Summer 10 Autumns”. Sebanyak 47 peserta MRUF Envoy VI serta perwakilan dari PPSDMS-Nurul Fikri dan Yayasan Meruvian serius menyimak jalan cerita  film  yang merupakan kisah nyata Iwan Setyawan diperankan dengan apik oleh Ihsan Tarore.

Film “9 Summers 10 Autumns” yang diproduseri oleh Edwin Nazir sengaja dipilih karena sarat dengan makna pendidikan dan menumbuhkan rasa optimis yang tinggi. Film ini menceritakan perjuangan seorang anak sopir angkot yang menjadi direktur sebuah perusahaan besar di New York.

Pemutaran film ini dimaksudkan agar para peserta program MRUF Envoy VI memiliki harapan dan cita-cita, serta berjuang untuk meraihnya. Dikisahkan dalam film ini, pemeran utamanya memiliki keinginan yang sederhana yakni memiliki kamar sendiri. Keinginan ini berdasarakan kenyataan bahwa dirumahnya ia tidak memiliki kamar sendiri karena kondisi orang tuanya yang miskin.  Keinginannya inilah yang mengantarkan ia melangkah dan menjadi bermanfaat bagi keluarganya.

Usai menonton, masing-masing peserta mengungkapkan pelajaran yang bisa diambil dari film tersebut. “Sepanjang kita punya harapan, maka impian dan cita-cita akan berhasil kita genggam. Jangan pernah menyalahkan keadaan, kita tidak bisa memilih dilahirkan dari keluarga miskin atau kaya, tetapi kita bisa memilih masa depan kita yang gemilang,” ungkap Novi Suciati, peserta MRUF Envoy VI regional Yogyakarta. Mohamad Fauzy dari regional Bandung juga mengungkapkan, “Kamu tidak rugi apabila hidup miskin, kamu rugi apabila mati miskin. Hidup untuk orang berani”. Kata-kata yang diucapkan pemain sangat berkesan dalam benak penonton “nobar”. Terutama saat Iwan mengatakan, “Aku tak bisa memilih masa kecilku, tetapi masa depan aku lah yang melukiskan”.

Langkah demi langkah yang ditempuh pemain utama menjadi lecutan semangat bagi seluruh peserta.  Bahwa menerima hidup lebih baik daripada menyesali apa-apa yang tidak kita miliki. Bahwa perjuangan membutuhkan pengorbanan, dan segala duka akan terbayar di masa depan jika kita mampu bersabar menghadapinya.

Bagi para peserta MRUF Envoy, MRUF akan menjembatani agar cita-citanya terwujud melalui jala kewirusahaan.  Tahun ini MRUF menerima 47 orang untuk dididik menjadi pengusaha selama satu tahun.  Selama masa program, para peserta akan disiapkan untuk menjadi calon pengusaha yang unggul.

Comments

Article by: Admin MRUF