Geliat Kewirausahaan di Ponpes

Geliat Kewirausahaan di Ponpes

Pada Safari Ramadhan 2015 bersama Sandiaga Uno dan Indonesia Setara, kami mengunjungi  tiga pesantren di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta 29-30 Juni 2015 lalu.  Terasa benar spirit kewirausahaan yang tumbuh di kalangan pesantren baik dari para santri, pengasuh maupun alumninya.

Ketika berkunjung ke Ponpes Darul Fath Pengging Boyolali, pengelola pesantrennya adalah pengusaha brankas yang membuat brankas anti bobol dan anti kebakaran.  Ia menularkan semangat kewirausahaannya kepada para santri. Ia juga mengelola pesantren dengan semangat kewirausahaan, tidak mengandalkan bantuan pemerintah  namun menyisihkan dari hasil usahanya dan kreatif membangun nilai tambah.

Para santrinya diajarkan berwirausaha dan mandiri.  Diantara mereka ada sekelompok santri yang mengelola usaha air minum dalam kemasan. Mereka dibimbing mulai dari berjualan di sekitar pondok dan akhirnya dapat menjual ke kantor-kantor di wilayah Boyolali.

Semangat menularkan kewirausahaan kepada para santri juga terjadi di Ponpes  Ad Dhuha Pajangan Bantul.  Pengelola pesantren yang memiliki usaha roti di beberapa kota ini juga menularkan semangat berwirausaha kepada anak asuh, jamaah maupun kalangan mahasiswa yang sering berkonsultasi kepadanya.  Ia sangat senang Sandiaga Uno dapat berbagi semaangat kepada para santrinya sekaligus berbuka puasa bersama.

Para santri yang lebih dewasa usianya sudah memulai berbisnis mandiri, demikian juga para alumninya.  Saat kami berkunjung ke Ponpes Ar Risalah Mlangi Sleman. Mereka bercerita mengenai perjalanan bisnis dan suka dukanya saat “Ngaji Bisnis” dengan Sandiaga Uno.  Mereka sadar bahwa untuk berhasil dalam bisnis, mereka harus berusaha keras dan belajar dari ahlinya.  Oleh karena itu, kesempatan bertemu dengan pengusaha seperti Sandiaga Uno tidak mereka sia-siakan.

Para pengusaha santri ini menyampaikan keinginannya untuk mensistemasi proses belajar mereka melalui sebuah kurikulum yang diinisiasi oleh HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia).  Kurikulum ini akan disempurnakan bekerjasama dengan MRUF.  Semoga semangat kewirausahaan ini dapat menyebar ke seluruh pesantren. Sehingga pesantren mampu memproduksi pengusaha dengan akhlak yang mulia.

Comments

Article by: Admin MRUF