Hidup Bermanfaat dari Jiwa Entrepreneur

Hidup Bermanfaat dari Jiwa Entrepreneur

IMG_20151221_154731Saya Lisa Imro’atus Sholikhah, putri ke-4 dari 5 bersaudara yang bertempat tinggal di Desa Tanjung Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Sejak kecil, orang tua saya sudah mengajarkan berwirausaha. Saya selalu membantu berjualan kelontong dan bensin di rumah. Usaha orang tua kala itu terbilang sangat sukses. Tidak mudah pada awalnya karena orang tua benar-benar merintis usaha tersebut dari nol. Segala kebutuhan kami pun terpenuhi. Namun kehidupan kami seakan dibalik 180? secara tiba-tiba. Sahabat ayah yang sangat dipercaya membawa lari uang hutang ratusan juta dengan jaminan rumah orang tua saya. Hampir setiap hari debt collector datang ke toko untuk menagih hutang beserta bunganya karena sudah beberapa bulan sahabat ayah saya tidak membayar dan menghilang. Sampai suatu ketika orang tua saya tidak mampu lagi untuk membayar hutang dan bunga yang kian menumpuk. Rumah kami pun terpaksa disita dan orang tua saya gulung tikar. Kami tidak punya penghasilan sedikitpun. Untuk makan pun kami sangat sulit. Seringkali kami memakan sisa nasi hari kemarin untuk dimasak lagi dan tanpa lauk kami memakannya. Sehari-hari kami harus bersembunyi ketika debt collector itu terus mencari kami. Akhirnya saya dan saudara saya dititipkan di rumah bibi di desa lain. Sementara orang tua saya tetap tinggal di desa kami, menempati sebuah gubuk dari anyaman bambu dengan hidup serba kekurangan. Sedikit demi sedikit dengan sangat bersusah payah, orang tua bangkit dan mulai membaik perekonomian kami, setidaknya untuk makan sederhana itu cukup. Ayah bekerja sebagai kuli listrik di sebuah CV dan ibu sebagai penjahit. Saya dan saudara saya dibawa pulang oleh ayah. Kami pun memulai kehidupan baru.

IMG_20150203_095937Ketika di semester 1, ada rekan kampus saya yang mengajak mengikuti lomba business plan yang bertemakan pangan. Kamipun berempat memutuskan untuk mengikuti lomba tersebut dan sampai akhirnya kami menang lalu mendapatkan reward uang sebesar Rp 500.000,-. Setelah lomba kami berdiskusi dan memutuskan untuk benar-benar menjalankan usaha keripik keong Mas Polita ini. Masing-masing dari kami menyumbang Rp 500.000,- ditambah dengan uang reward lomba untuk dijadikan modal awal usaha. Setahun pertama bisnis ini berjalan, sangat banyak kendala untuk memasarkan produk kami karena bahan baku yang kami gunakan belum pernah dimanfaatkan sebelumnya untuk pangan dan hanya sekedar hama pertanian. Namun dengan komitmen tim yang sangat kuat, sedikit demi sedikit kami menembus pasar dan hingga saat berkembang serta semakin luas pula daerah pemasarannya.

13978Wirausaha (Entrepreneur) bukan hanya sebuah profesi, namun wirausaha adalah mindset untuk terus mengembangakan potensi dan kemampuan dalam diri. Keputusan inilah yang saya ambil 2 tahun lalu sebagai bentuk tanggungjawab saya untuk mandiri dan bermanfaat bagi lingkungan. Komitmen ini saya pegang teguh bersama tim untuk menjalankan bisnis Keripik Keong Mas Polita. Sebuah inovasi pangan fungsional yang berbahan dasar Keong Mas (Pila Polita, bahasa latin) berspesialisasi ke camilan crispy yang memiliki rasa gurih, lezat dan kering dalam setiap gigitannya yang dapat menurunkan kolesterol darah, sebagai value added produk kami. Usaha kami dimulai sejak tahun 2013.

13972Bermula pada tingginya hama pertanian yang sangat merugikan para petani, khususnya di daerah Lamongan, dengan berbekal kompetensi dari banku kuliah, kami mengubah hama yang bernilai minus menjadi produk yang bernilai jual. Usaha kami sudah berbadan hukum yaitu berupa CV yang memiliki 5 orang karyawan dan 4 supplier bahan baku. Setelah bergabung dengan ENVOY VII MRUF ini, Volume penjualan dan omzet usaha saya meningkat 3x lipat serta ekspansi daerah pemasaran sudah mencapai beberapa wilayah di Indonesia. Inovasi produk juga terus saya lakukan dengan bimbingan Coach sehingga usaha saya aktif tumbuh berkembang pesat. Kami telah memiliki inovasi produk baru yaitu sambal JUPE dan Seblak Basah Instan “Seblak Suweng” yang siap dan mampu bersaing di MEA. Saya Lisa Imro’atus, telah bernafas di dunia selama 22 tahun. Dan inilah kisah perjalanan usaha saya bersama doa-doa petani Indonesia. Salam sukses para wirausaha muda mandiri.

Comments

Article by: Admin MRUF

You may also like these posts
Kenali Bisnismu di Training 2 MRUF ENVOY VIIIMelihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIG