Kegigihan dan Keuletan Tasriyandy

Kegigihan dan Keuletan Tasriyandy

Tasriyandy, atau yang lebih akrab disapa Andy, adalah mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Andalas. Selain sebagai mahasiswa, pria kelahiran 3 Februari 1988 ini juga adalah seorang pengusaha tambak ikan tabek kapolo koto. Sebelum memulai usaha tersebut, Andy memulai keterlibatannya dalam dunia wirausaha dengan usaha “Keripik Rinuak.” Andy mengungkapkan usaha keripik rinuaknya laris manis di pasaran. Kesempatan tersebut ia gunakan untuk menambah jenis keripik buatannya, mulai dari keripik udang, kentang, kedelai, dan kacang. Meski banyak kendala yang dihadapi dalam menjalankan usaha, Andy mengaku tetap semangat dalam menjalankan usaha tersebut.

Semangat pantang menyerah itulah yang kemudian memungkinkan usaha Andy meningkat omsetnya dari bulan ke bulan.

Namun sangat disayangkan pada tahun 2010 usaha Andy mulai mendapat hambatan. Danau Maninjau yang merupakan sumber bahan baku keripik rinuaknya terserang belerang, sehingga banyak ikan yang mati termasuk rinuak. “Usaha Keripik Rinuak saya akhirnya terhenti karena bahan baku utama tidak ada, tetapi saya tetap semangat dan optimis,” demikian dikatakan Andy. Ia pun tetap melanjutkan usaha keripik-keripik yang lain, tetapi dengan tidak adanya keripik rinuak omset Andy menurun dan hampir membuatnya mengalami kerugian. Pada tahun 2011 usaha keripik Andy pun terhenti.

Pengalaman Andy dengan usaha keripik rinuak tersebut tidak menyurutkan semangat berwirausaha Andy, tetapi justru semakin menempanya. Maka tiga bulan kemudian Andy mulai membuka usaha baru yang bersama ketiga rekannya. Usaha tersebut mereka beri nama “ Budidaya Ikan Tabek Kapalo Koto.” Usaha yang berdiri pada Oktober 2011 ini, seperti dikatakan Andy, dapat terwujud atas bantuan seorang investor dan keterlibatan ketiga rekannya. “Awalnya usaha ini hanya satu kolam, melihat prospek usaha ini bagus, kami memperbanyak kolam. Alhamdulillah kolam yang telah diisi ikan sekarang mencapai delapan kolam dengan jumlah ikan lebih kurang 80.000 ekor,” demikian dijelaskan Andy. Selama tujuh bulan menjalankan usaha, Andy dan rekan-rekan menemui beberapa kendala seperti hama dan penyakit ikan. Namun kendala-kendala tersebut dapat diatasi dengan membeli obat-obatan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit. Sementara untuk hama burung dikendalikan dengan senapan.

Andy kemudian menceritakan bahwa ikan-ikannya dalam satu waring yang siap panen sempat mengalami kemalingan. Tetapi hal tersebut tersebut tidak menjatuhkan mentalnya. Andy justru menjadikan musibah tersebut sebagai penambah semangat dalam meningkatkan usaha kolamnya. Untuk mencegah pencurian ikan terjadi lagi, Andy dan rekan-rekan memagari sekeliling kolam dan meningkatkan penjagaan malam hari.

Tidak berhenti di situ, kreatifitas Andy sebagai wirausaha ditunjukkan dengan persiapan membuat kafe di samping kolam. Hal ini dengan mempertimbangkan lokasi kolam yang sangat strategis dekat dengan sumber air dan memiliki udara sejuk serta pemandangan alam yang asri. Andy merencanakan kafe tersebut akan sudah siap ketika event Piala Eropa berlangsung. Ke depannya, lokasi kolam tersebut akan Andy dan rekan-rekan jadikan sebagai tempat sentra agribisnis yang mereka beri nama CV. AIR MENGALIR.

Semoga sukses, Andy!

Comments

Article by: admin