Kisah Nanda Juanda

Kisah Nanda Juanda

“Open Your eyes, look within. Are you satisfied with the life you are living?” -Bob Marley-

Penggalan kalimat tersebut sangat tepat untuk menggambarkan niat awal saya ketika mulai berwirausaha. Kesulitan ekonomi yang saya alami selama menjalani kuliah akhirnya mampu mendorong untuk bekerja keras memulai usaha demi untuk bertahan hidup di kota pelajar, Yogyakarta. Dimulai dari usaha es dawet ayu dan video dokumentasi, saya mencoba mencari peruntungan agar mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kuliah saya sehari-hari. Waktu, tenaga, dan gengsi saya korbankan agar sekedar bisa makan, bayar kosan, dan kebutuhan kuliah lainnya.

Suatu hari saya diajak pergi ke suatu warung kopi oleh seorang teman. Sesampainya disana, saya terdorong untuk membaca sebuah koran kusut yang tersedia di warung tersebut. Lembar demi lembar koran saya buka hingga sampai pada lembar lowongan kerja dan jasa. Di lembar tersebut mata saya langsung tertuju pada suatu iklan jasa cleaning service rumah panggilan. Dari situ saya berpikir, jika jasa bersih rumah saja bisa diminati, tentu jasa bersih kos juga tidak kalah diminati mengingat di Yogya sendiri ada begitu banyak kos-kosan.

IMG_1431Akhirnya setelah berpikir panjang dan meminta saran dari berbagai teman, saya membulatkan tekad untuk memulai usaha melalui jasa cleaning kost. Namun bulatnya tekad tidak lantas membuat saya langsung menjalani usahanya tersebut. Pasalnya, saya tidak memiliki modal untuk membeli peralatan dan perlengkapan kebersihan yang menunjang bisnis. Kendati demikian, saya tidak kehabisan akal. Saya mencari pinjaman alat kesana kemari untuk memulai usaha ini, dan saya dapat pinjaman dari teman saya yang kebetulan takmir di Masjid Kartini dekat Taman Makam Pahlawan, kebetulan peralatannya super lengkap, ada sapu, pel, kemoceng, lap, sikat WC dan vacuum cleaner. Saya minta juga obat pel dan pembersihnya dengan janji akan menyisihkan 20% dari uang saya untuk kotak amal Masjid.

Dengan semangat kerja keras, saya terus berusaha mengembangkan usaha tersebut dan sedikit demi sedikit mulai mampu menyisihkan uang untuk kehidupan mendatang. Lalu, pada tahun 2013, saya terpilih menjadi salah satu penerima beasiswa wirausaha Mien R. Uno Foundation. Di program ini saya terus ditempa untuk menjadi pengusaha muda handal. Usaha saya pun semakin melejit setelah tergabung dalam kedalam program MRUF ENVOY ini, hingga mampu meraup omzet 15 juta rupiah tiap bulannya. Kesuksesan ini tidak lantas membuat saya berpuas diri, karena ingin terus mengembangkan bisnis, akhirnya saya menyatakan bebas beasiswa dari program yang turut andil dalam membesarkan bisnis ini.

IMG_1433Karena itulah MRUF ENVOY bagi saya sangat berarti. Menjalani training dan coaching semakin menguatkan kaki saya untuk bertahan di bisnis ini. Program-program MRUF sanga dibutuhkan baik bagi saya yang sudah lama berwirausaha maupun yang masih pemula, karena ada komunikasi yang intens antara tim MRUF dengan peserta beasiswa sehingga dalam bisnis kita pun mendapat pengarahan yang membangun. Semoga kedepannya saya pun bisa membuka lapangan kerja bagi banyak orang dan memotivasi orang lain sebagaimana yang telah dilakukan MRUF.

 

Nanda Juanda adalah seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Yogyakarta dan pemilik usaha Jogja Kost Cleaning Service. Ini adalah tulisan oleh dirinya untuk buku alumni MRUF ENVOY V tahun 2014.

Comments

Article by: Admin MRUF

You may also like these posts
Kenali Bisnismu di Training 2 MRUF ENVOY VIIIMelihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIG