Koperasi Harus Bertransformasi dan Menguntungkan

Koperasi Harus Bertransformasi dan Menguntungkan

Dalam rangka mendorong peningkatan kapasitas Lembaga Keuangan Mikro, MRUF bekerjasama dengan Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN) menggelar Seminar Nasional “Globalisasi, Kesenjangan dan Koperasi Indonesia” di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat (30/4). Tampil sebagai pembicara dalam kegiatan ini pengusaha Sandiaga S. Uno dan Econit Hendri Saparini.

seminar sandiaga-kcl

Sandiaga S. Uno menyatakan bahawa koperasi sebagai sokoguru ekonomi nasional harus mampu bertransformasi agar mampu bersaing di era globalisasi. Koperasi itu bukan lembaga sosial, harus dikelola dengan profesional, citranya positif, tidak kumuh, keren tampilan dan kinerjanya. Sebagai pilar ekonomi, koperasi harus menghasilkan keuntungan yang melebihi ekspektasi stakeholder.

“Saya mimpi, kelak kita memikirkan koperasi yang sudah sangat besar asetnya, ratusan triliunan, untuk dikembangkan lagi, bukan lagi memikirkan bagaimana memberdayakannya,” tegas Sandiaga S Uno.

Hadir dalam acara tersebut Rektor IKOPIN Burhanuddin Abdullah, kepala dinas koperasi dan UKM dari seluruh daerah di Jawa Barat serta Dekopin daerah Jawa Barat beserta ratusan dosen dan mahasiswa Ikopin yang sangat antusias mengikuti acara tersebut.

Untuk bersaing di era globalisasi, lanjut Sandiaga S Uno, membutuhkan produktivitas, efisiensi dan kekuatan daya saing agar mampu meraih peluang yang terbuka lebar.

Contoh transformasi koperasi itu, lanjut Sandiaga S Uno, misalnya untuk koperasi Simpan Pinjam, idealnya menjadi semacam manajer investasi yang punya peran sebagai mitra bisnis handal bagi anggotanya, keuntungannya layak, return-nya layak, mendapatkan kepercayaan dan adanya peningkatan likuiditas. Sementara, untuk koperasi serba usaha, idealnya harus mampu berpikir global namun bermain lokal. Hal ini bisa dilakukan mulai dari pemetaan potensi di daerah, mampu mengembangkan skema produk untuk masyarakat dengan produk layanan yang inovatif serta bereputasi baik dimata anggota maupun mitra bisnis.

Sandiaga S Uno pun kemudian mencontohkan koperasi yang ada di Jepang, Zen-NOH. Koperasi terbesar di dunia ini adalah induk dari 1.173 koperasi pertanian dan ada 1.010 di antaranya merupakan koperasi primer pertanian. Perputaran asetnya mencapai Rp 583,73 triliun per tahun, dengan aset mencapai Rp 649 triliun dan membawahi 100 perusahaan lebih.

Sementara, ekonom Econit Hendri Saparini menyatakan, pentingnya revitalisasi koperasi pilar ekonomi yang sangat penting dan strategis. “Kita harus berpihak dan menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi utama, sebagai bagian dari ekonomi konstitusional bangsa ini,” tegasnya.

Dalam koperasi, lanjut Hendri, semua pihak bisa saling membesarkan asalkan dikelola dan yang menjadi anggotanya lintas sektoral, dari hulu ke hilir industri yang berbasis kerakyatan. “Misalkan di sektor perikanan. Harusnya mulai dari nelayannya, hingga ke produsen produk olahan ikan, eksportirnya juga, menjadi anggota koperasi. Sehingga bisa lebih besar lagi skala ekonominya,” jelasnya.

Comments

Article by: admin

You may also like these posts
Melihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIGMengungkap Coaching Bisnis