Agrindo Suprafood, Industri Nata de Coco Ramah Lingkungan

Agrindo Suprafood, Industri Nata de Coco Ramah Lingkungan

Kamis, 12 Juli 2012, Mahasiswa Program Beasiswa Wirausaha MRUF 2011/2012 mendapatkan kesempatan mengunjungi C.V. Agrindo Suprafood, industri nata de coco, di Kretek, Bantul, Yogyakarta. C.V. Agrindo Suprafood ini merupakan salah satu perusahaan nata de Coco terbesar di Indonesia.

Bapak Heri, selaku pemilik dari C.V tersebut menceritakan jatuh bangunnya mendirikan usahanya. Ia yang lulusan Teknik Kimia UGM menceritakan bahwa membangun usaha nata de coco dimulainya hanya dengan modal Rp.250.000 untuk dibelikan peralatan sederhana. Idenya tersebut berawal dari kesenangannya mencoba berbagai usaha hingga suatu saat ia bertemu dengan rekannya yang menjalani usaha nata de coco dan memberitahu soal permintaan pasar yang cukup besar. Setelah bertahun-tahun jatuh dan bangun menggeluti usaha nata de coco, akhirnya Bapak Heri mampu membesarkan usaha hingga sekarang. Dalam sharing ini, Bapak Heri dan juga Bapak Ibnu dari CED UGM menjelaskan pentingnya memahami cash flow di awal usaha sebagai salah satu rahasia mengapa usaha Bapak Heri bisa berkembang pesat. Sharing ini tepat diberikan melihat mahasiswa di hari sebelumnya mengikuti kegiatan financial literacy workshop.

Sampai pada sharing selanjutnya, Iqbal, salah seorang mahasiswa bertanya “Bagaimana kontribusi industri nata de coco ini terhadap lingkungan hijau, Pak?”

 Bapak Heri lalu menyampaikan bahwa kemampuannya menciptakan usaha yang ramah lingkungan juga menjadi salah satu alasan mengapa industrinya dapat bertahan hingga kini, dan kemudian ia mengajak mahasiswa berkeliling tempat usahanya tersebut. “Sisa air limbah nata de coco, saya salurkan untuk pengairan sawah” ujar Bapak Heri, dan ketika mahasiswa diajak berkeliling terlihat sawah di sekitar industri Bapak Heri terlihat hijau, sementara sawah yang berada di sekitar industri lainnya terlihat kering. Selain itu Bapak Heri menyampaikan bahwa nata de coco merupakan makanan yang salah satu komponennya terbuat dari pupuk urea. Dengan demikian, jika industri lain biasanya membuang limbah nata de coco, maka limbah dari industri nata de coco milik Bapak Heri ini didaur ulang kembali hingga dapat digunakan sebagai pupuk urea kembali bagi tanaman-tanaman sekitar. Usaha ramah lingkungan yang digeluti Bapak Heri ini tidak begitu saja tanpa hasil. Dengan kepeduliannya terhadap lingkungan, Ia dan usahanya kemudian banyak didukung oleh warga.

Setelah mengakhiri kunjungan, tim MRUF membuka diskusi terkait hal apa yang mereka pelajari dari kunjungan tersebut. Salah seorang mahasiswa, Tanfidz, menyatakan, bahwa seperti yang telah disampaikan Bapak Heri bahwa industri tersebut mampu mengolah limbahnya, sehingga pabrik terlihat bersih karena tidak ada bahan produksi yang terbuang sia-sia. Kemudian mahasiswa lain, Iqbal, membandingkan pelajaran yang ia peroleh dengan pengalamannya dalam membudidayakan ikan lele. Ia menyatakan bahwa ikan lele yang dibudidayakannya banyak menghasilkan kotoran yang bau dan mengganggu masyarakat. Dari kunjungan tadi, Iqbal berencana untuk mengubah kotoran lele tersebut menjadi pupuk. Terakhir dari mahasiswa, Alfi, yang juga menceritakan pengalamannya dimana Ia sudah mencoba mengolah kotoran kecoak Madagascar yang dibudidayakannya. Menurutnya, Ia mampu mengolah kotoran tersebut menjadi budidaya ulat-ulat yang dapat dijual ke toko hewan.

Dari beberapa sharing diatas, akhirnya mahasiswa memahami bahwa apapun usaha yang digeluti oleh mereka, usahakan selalu ramah terhadap lingkungan, terutama dapat mendaur ulang limbah usaha. Karena, selain diperoleh lingkungan bersih dan hijau, dengan menggunakan kreatifitas mereka, maka mereka dapat menjadikan limbah sampah tersebut memiliki nilai jual. Pada akhirnya kepada mahasiswa yang sebagian besar belum mengolah limbah usaha, tim MRUF juga menyampaikan bahwa kedepannya seluruh mahasiswa harus dapat mengolah limbah hasil usaha mereka agar menjadi sesuatu yang dapat bermanfaat bagi penghijauan lingkungan, terlebih dapat memiliki nilai jual.

 

Comments

Article by: admin