Mad Ali, Bisa Kembali Memulai Usaha Bilik

Mad Ali Mien R Uno Foundation

Mad Ali adalah seorang pembuat bilik yang handal, ia mewarisi keterampilan membuat
bilik dari ayahnya. Dia adalah satu-satunya pembuat bilik bambu di kawasan Situdaun, Bogor. Satu bilik berukuran 2 X 2,5 meter iasanya diselesaikan dalam waktu sehari. Usaha pembuatan bilik ini sudah ditekuni sejak ia menikah. Sebelumnya ia bekerja sebagai pembuat keranjang untuk rumput di Parung setelah menamatkan sekolah dasar. Jadi ia sudah menggeluti pembuatan bilik selama 12 tahun. Mad Ali membuat bilik jika ada pesanan, namun ia bersyukur bahwa selalu ada pesanan datang karena namanya telah dikenal baik oleh masyarakat sekitar. Jika tidak ada pesanan, Mad Ali menitipkan barang ke toko material. Kadang-kadang pesanan datang dari luar kampungnya. Untuk pesanan seperti ini Mad Ali bisa membuatkan bilik dengan syarat, pemesan datang sendiri membawa pesanannya karena ia tidak memiliki kendaraan untuk mengangkut bilik buatannya.

Selain membuat bilik, Mad Ali juga menggemukan kambing di depan rumahnya. Istrinya juga membantu mencari nafkah dengan membuka warung jajanan di rumahnya. Namun tiba-tiba Mad Ali sakit sehingga usaha biliknya tidak berjalan. Akhirnya kambingnya juga terjual untuk berobat.Pada saat istrinya hamil, satu tahun belakangan, istinya hamil dengan proses kehamilannya agak kompleks sehingga memakan banyak biaya sampai-sampai aset usaha warung habis untuk menutup biaya persalinan dan berobat anak istrinya.Dalam kondisi lemah, istrinya belum bisa meneruskan usaha warungnya sehingga Mad Ali ingin memulai kembali usaha biliknya namun ia tidak memiliki modal. Menurut Mad Ali, pemesan biasanya tidak memberikan uang muka sehingga ia harus membeli bahan baku sendiri. Bahkan kadang-kadang, bilik yang sudah diantarkannya tidak langsung dibayar, melainkan menunggu satu sampai dua minggu. Untuk mengatasi masalah ini, Mad Ali kemudian mengajukan permohonan pinjaman kepada BMT Tadbiirul Ummah Dramaga.Karena karakternya yang baik. BMT Tabdiirul Ummah memberikan modal kerja sebesar Rp. 500.000 yang digunakan untuk membeli bambu sebagai bahan baku bilik dan menyewa sepetak lahan sawah. “Modal dari BMT membuat saya bisa berproduksi lagi,”katanya. Setiap minggu ia membeli 10 buah bambu untuk dibuat bilik.Kini Mad Ali bisa memulai kembali membuat bilik sehingga memiliki penghasilan untuk menghidupi anak istrinya. Harga jual bilik per meternya Rp. 8.000. Dengan menjual 2 X 2,5 meter per hari, Mad Ali bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Kini ia berusaha untuk melunasi pinjamannya agar bisa mengajukan pinjaman untuk beternak kambing.!

Comments

Article by: admin