Usaha Verchroom yang Bangkit dari Keterpurukan

Usaha Verchroom yang Bangkit dari Keterpurukan

Jatuh bangun dalam sebuah bisnis pasti pernah dirasakan oleh semua pengusaha, tak terkecuali Maman seorang pengusaha verchroom di daerah Padasuka, Bandung -Jawa Barat yang merupakan pelaku usaha mikro yang didampingi oleh Mitra Program Pendamping Bisnis Mikro MRUF, BMT Itqan. Maman awalnya adalah seorang pegawai bengkel di dearah Cilandak-Jakarta. Namun karena krisis moneter, bengkel tempatnya bekerja terpaksa gulung tikar dan membuat dirinya menjadi pengangguran waktu itu.

Dengan uang seadanya, ia kembali ke Bandung dan berharap untuk bisa membuka bisnis sendiri di kota kelahirannya tersebut. Ilmu yang ia dapatkan selama bekerja di bengkel sebelumnya, yang membuatnya memilih bisnis verchroom sebagai usaha utamanya. Akhirnya dengan modal Rp.600.000 yang ia pinjam dari mertuanya, dibukalah bisnis verchroom dengan nama Surya Kencana. Bisnis verchroom ini merupakan usaha pelapisan logam agar mengkilat untuk untuk berbagai macam barang seperti onderdil motor, knalpot, tempat lampu, dan sejenisnya.

Menjadi pengusaha verchroom pertama di daerahnya, membuat usaha Maman mendapatkan respon yang baik dan memberinya banyak keuntungan. Bisnis tersebut bahkan menjadi inspirasi warga disekitar tempat tinggalnya untuk memulai usaha yang sama. Walaupun banyak bisnis verchroom bermunculan, Maman tetap unggul, karena hanya Maman yang mempunyai alat yang lengkap.

Masalah pun mulai datang, kesuksesan bisnis verchroom Maman sayangnya tidak dibarengi dengan kemampuannya untuk mengelola bisnis tersebut. Pencatatan keuangan yang berantakan, penipuan, dan sistem manajemen yang tidak jelas membuat usahanya sempat jatuh terpuruk.

Keuntungan yang diperoleh selama menjalani bisnis tersebut, tidak bisa ia rasakan sepenuhnya. Hutangnya menumpuk untuk modal dan membayar kerugian karena penipuan yang dialami olehnya. Keuntungan yang ia peroleh sebagian besar digunakan untuk membayar hutang dan membiayai kebutuhannya sehari-hari.

Saat mencari cara lain untuk menutupi hutangnya, Maman berkenalan dengan Hafidh dari BMT ItQan. Hafidh yang mengetahui tentang kondisi bisnis verchroom Maman, akhirnya mendampingi bisnis verchroomnya tersebut. Dengan bantuan Hafidh ia mulai memperbaiki pencatatan keuangan bisnisnya yang berantakan, segala pengeluaran dan pendapatan tercatat dengan jelas sehingga mudah diperiksa.

Selain bantuan dari Hafidh, Maman juga memanfaatkan semua ilmu dan koneksinya selama bekerja dulu untuk membangun kembali bisnisnya. Dari beberapa kenalannya inilah Maman bisa mendapatkan harga bahan baku yang relatif murah, sehingga bisa menekan biaya produksinya. Walaupun dengan bahan baku yang relatif murah, Maman tetap berusaha menjaga kualitas produknya. Pelanggan Maman yang puas akan hasil kerjanya, tetap mempercayai Maman untuk mengchroom besi work shop nya.

Selama mencoba membangun bisnisnya kembali, Maman mengambil semua orderan verchroom yang datang, baik dalam jumlah besar maupun kecil. Selain itu ia juga mempunyai usaha sampingan yakni bisnis penyedia screen sablon, menurutnya bisnis ini sangat menguntungkan karena modal yang diperlukan terbilang kecil dibandingkan dengan keuntungan yang bisa ia dapat.

Kini Maman mulai bangkit dari keterpurukan. Hutangnya sudah bisa ia lunasi, pesanan pun makin banyak dari dalam maupun luar negeri. Maman bahkan dipercaya untuk mengchroom besi seatbelt untuk pesawat tempur Angkatan Udara Indonesia.

Kerja keras dan semangatnya untuk tidak menyerah selama menghadapi masalah, kini membuahkan hasil yang memuaskan. Usahanya bangkit dan mulai beranjak naik kembali.

Comments

Article by: Admin MRUF