Memandirikan Anak Yatim dengan Kerajinan

Memandirikan Anak Yatim dengan Kerajinan

Mien R. Uno Foundation bekerjasama dengan Berlari untuk Berbagi melatih anak-anak yatim di Panti Asuwain Timor Depok kerajinan dari kertas Koran bekas. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Minggu 12 Oktober 2013. Melalui pelatihan ini diharapkan anak-anak dapat memiliki penghasilan dengan membuat berbagai bentuk souvenir dari kertas koran bekas.
Acara serupa telah dilaksanakan BMT Sanama pada bulan Ramadan dengan melatih anak-anak panti asuhan di sekitar Bandung. Trainer pelatihan merupakan pengelola BMT Sanama Bandung yang terdiri dari 5 orang yang dengan telaten membimbing anak-anak membantu proses dari menggunting koran, menggulung, membentuk, mengelem sampai menjadi barang jadi . Bambang Miswanto, Ketua Pengurus KSU Sanama berpesan kepada anak-anak yatim bahwa untuk hidup lebih baik diperlukan kerja keras. Menjadi artis sekalipun perlu berlatih keras agar sukses.
Pelatihan dilaksanakan mulai pukul 11.00 sampai dengan pukul 16.00, diikuti oleh 43 orang anak dengan pendidikan mulai SD sampai SMA. Peserta pelatihan sangat antusias karena membuat souvenir dari kertas Koran ternyata cukup mudah. Dari pelatihan ini anak-anak mampu membuat berbagai macam bentuk kerajinan mulai dari tempat tissue, tempat pencil, rumah-rumahan dan berbagai bentuk lainnya.
Bambang berpesan agar setelah pelatihan, anak-anak dapat memanfaatkan waktu luangnya dengan membuat kerajinan dari koran bekas sehingga dapat dijual dan mendapatkan penghasilan. Dengan demikian anak-anak tidak perlu menggantungkan diri pada bantuan donatur.(nbs)

Comments

Article by: admin