Membangun Capacity Building melalui Pelatihan Pembiayaan Bermasalah

Mien R Uno Foundation Membangun Capacity Building melalui Pelatihan Pembiayaan Bermasalah
Salah satu faktor penting bagi keberlanjutan lembaga keuangan baik bank maupun non bank adalah kemampuannya untuk menekan angka pembiayaan bermasalah. Dalam lembaga keuangan mikro syariah dikenal istilah non performing financing s (NPF) yang telah ditetapkan harus berada dibawah 6 % untuk dikatakan sehat.

Untuk membantu mitranya dalam menjaga rasio NPF agar tetap sehat, Mien R. Uno Foundation (MRUF) memfasilitasi BMT mitranya dalam Pelatihan Manajemen Pembiayaan Bermasalah yang diselenggarakan oleh Induk Koperasi Syariah (Inkopsyah) pada tanggal 5–6 Maret 2010 bertempat di Training Center Inkopsyah BMT .

Hal ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk membangun sinergi yang makin mutual dalam program pemberdayaan usaha mikro serta untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan BMT mitra MRUF. Peserta perwakilan BMT mitra yaitu Ahmad Fauzi dan Muhammad Mustafa dari BMT Kayu Manis dan perwakilan dari BMT Mitra Sadaya.

Direktur Inkopsyah Arison Henry menyatakan bahwa pelatihan ini sangat diminati sampai dilakukan dalam tiga angkatan dalam jarak yang berdekatan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan ini dianggap sangat penting karena menyangkut jantung aktivitas BMT. Bahkan ada yang meminta diadakan di luar Jakarta.

Para peserta pelatihan mendapatkan penjelasan mengenai upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menangani pembiayaan bermasalah mulai dari pendekatan persuasif, legal sampai upaya menyerahkan kepada pihak yang berwenang. Karena sebagian besar peserta bukan berasal dari bidang ilmu hukum, pelatihan ini melegakan karena dijelaskan perangkat hukum yang dapat digunakan untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan masalah kredit macet.

Dari seluruh sesi, peserta memahami bahwa yang paling penting adalah mencegah timbulnya pembiayaan bermasalah yakni dengan melakukan analisa kredit secara berhati-hati dan melakukan penilaian karakter secara khusus serta melakukan rapat komite pada calon peminjam baru atau pinjaman dengan jumlah besar. Oleh karena itu, setiap BMT harus memiliki formulir atau aplikasi skoring terstandarisasi untuk memudahkan Account Officer-nya.

Pada pelatihan ini, Direktur Eksekutif MRUF Nanang Suryanto mendapat kesempatan untuk memberikan sambutan penutupan dan menyerahkan piagam secara simbolis. Dalam sambutannya Nanang menyatakan bahwa hendaknya pelatihan ini dapat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan kapasitas sumber daya manusia manajemen BMT sehingga mampu memberikan kontribusi pada operasional BMT. Dengan demikian, para staf BMT mampu mencegah atau mengurangi Non Performing Financing (NPF) sehingga kesehatan BMT terjaga dan mampu menyalurkan pembiayaan dengan baik.

Comments

Article by: admin