Mendidik Usaha Mikro Mengelola Keuangan

Mendidik Usaha Mikro Mengelola Keuangan

Sebagian besar pelaku usaha mikro umumnya belum memiliki keterampilan dalam mengelola keuangan rumah tangga. Yang paling mendasar, sebagian besar tidak memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam membelanjakan uang. Akibatnya banyak pengeluaran yang untuk sesuatu yang tidak diperlukan. Karena kondisi finansial terbatas, maka tabungannya minim, juga tidak mampu merumuskan tujuan finansial dan cara mencapainya,
“ Itu lah yang menjadi dasar mengapa kami menyelenggarakan ToT Financial Literacy. Hanya saja, karena tidak mungkin seluruh staf BMT atau LKM kami latih, apalagi jutaan pelaku usaha mikronya, maka yang akan dilatih adalah para calon pelatih, sehingga nantinya akan menjadi tenaga pelatih untuk ribuan pelaku usaha mikro,” jelas Head of Microfinance and Empowerment Mien R Uno Foundation (MRUF) Nanang Suryanto.
Acara Pelatihan untuk Pelatih Pendidikan Pengelolaan Keuangan (ToT Financial Literacy) dilakukan Mien R Uno Foundation yang bekerjasama dengan Mercy Corps Indonesia dan PT Prudential Indonesia diselenggarakan selama dua hari, Rabu sampai Kamis, 29-30 Mei 2013 di kantor BMT Mitra Sadaya, Caringin Kopo Bandung.
Peserta pelatihan yang sudah mendapat sertifikat akan melatih para pelaku usaha yang menjadi binaannya selama 3 jam per minggu. “Jadi, nantinya akan ada ribuan pelaku usaha yang dilatih oleh alumni ToT ini, sebagai lanjutan program. Tidak lama, hanya 3 jam saja,” tegas Nanang.
Peserta ToT Financial Literacy tersebut akan mengajarkan kepada para pelaku usaha mikro cara mengatur keuangan keluarga. Termasuk didalamnya adalah mengidentifikasi sumber pendapatan, menetapkan tujuan keuangan dan menyusun anggaran. Para pelaku usaha mikro diharapkan terbiasa mencatat dalam format yang sudah disediakan.
Dengan terbiasa mencatat dan memahami keuangan keluarga nantinya para pelaku usaha mikro dapat mengatur keuangan usahanya dan mencapai kualitas hidup yang lebih baik.

Ketua Pengurus BMT Mitra Sadaya yang juga menjadi peserta acara tersebut, Andri Safari, mengaku sangat senang dengan acara tersebut. “Pokoknya ini pelatihan sangat dahsyat, bagi kami membuka cakrawala baru untuk masuk ke ilmu keuangan yang sangat dasar yang kadang-kadang tidak terpikirkan,” katanya.
Andri mengakui, sebagian besar pelaku usaha, kadang tidak menuliskan kebutuhan dan perencanaannya karena lupa atau malas. Dengan pelatihan tersebut, dirinya menjadi sadar betapa pentingnya mencatat transaksi dan menyusun laporan keuangan sebaik mungkin.

Comments

Article by: admin