Menghargai & Merayakan Kegagalan

Menghargai & Merayakan Kegagalan

Seorang dosen menganjurkan mahasiswanya untuk membuat resume atau CV kegagalan dalam hidup. Dalam bidang kehidupan pribadi, professional, maupun akademis. Untuk setiap kegagalan yang mereka alami, mahasiswa wajib menjelaskan apa pelajaran yang mereka dapatkan dari pengalaman tersebut. Pada awalnya mereka bingung karena biasanya mereka membuat CV tentang prestasi-prestasi mereka bukan kegagalan.

Tetapi mereka menyelesaikan tugas ini dan kaget akan banyaknya hikmah dan pelajaran yang didapat dari pengalaman gagal mereka. Banyak diantara alumni yang selalu memperbarui CV kegagalan mereka hingga hari ini.

Ide ini didapatkan dari Liz Kisenwether di Pen State University. Saat pertama Tina Seelig mendengar ide ini ia berpendapat bahwa ide ini adalah ide brilian karena ia menggambarkan betapa pentingnya kegagalan dalam proses belajar kita. Apalagi jika anda ingin menggapai impian yang terlihat jauh dan sulit bagi anda. Kita harus berani mengambil resiko dan terkadang saat resiko itu kita ambil, kegagalan yang kita terima.

Kegagalan memberikan kita kesempatan belajar yang baik dan membuat kita tahu apa yang harus kita perhatikan jika kita ingin mencobanya lagi. Kegagalan juga berarti bahwa anda telah berani menghadapi tantangan yang dapat membuat diri anda menjadi lebih baik. Bahkan banyak orang sukses yang beranggapan bahwa jika anda jarang gagal itu artinya anda tidak berkembang.

Kenyataannya dalam hidup kegagalan merupakan suatu hal yang kita hadapi sehari-hari dan kita harus belajar mengambil hikmah dan pelajaran dari kegagalan yang kita alami.

Budaya Silicon Valley

Inilah yang membedakan Silicon Valley dengan daerah lain di dunia, budaya di Silicon Valley sangat menghargai kegagalan dan menerimanya sebagai bagian dari proses belajar seorang manusia. Steve Jurvetson, seorang partner di Venture Capital, Draper Fisher menggambarkan bahwa kegagalan merupakan rahasia dari Silicon Valley. Rahasia mengapa Silicon Valley bisa menghasilkan perusahaan-perusahaan hebat dan mendunia adalah karena Silicon Valley merayakan kegagalan-kegagalan yang dialami oleh para pengusaha disana. Randy Komisar dari KPCB mengatakan bahwa budaya menghargai kegagalan merupakan ciri khas lingkungan yang baik untuk entrepreneurship. Randy berpendapat mereka yang belum pernah gagal, tidak akan banyak belajar dalam hidupnya.

Dalam level yang paling sederhana kita bisa melihat bayi yang belajar untuk berjalan. Tidak ada bayi yang langsung bisa berjalan tanpa pernah jatuh. Sama seperti seperti seorang remaja yang ingin bisa main basket atau sepakbola. Sudah pasti ia pernah mengalami pahitnya kekalahan dan gagal melakukan tembakan. Semakin sering kita mencoba semakin mahir kita dan suatu hari kita akan merasakan nikmatnya kemenangan itu.

Banyak ahli yakin bahwa cara belajar yang paling ampuh adalah belajar dari kegagalan. Selain itu tidak mungkin kita bisa belajar sesuatu tanpa mencobanya sendiri. Kita tidak bisa belajar main bola dengan membaca buku, tidak mungkin bisa main piano dengan hanya menghafal nadanya, dan tidak mungkin kita bisa memasak hanya dengan membaca buku resep. Semuanya harus kita coba dan sering kali percobaan pertama berakhir dengan kegagalan. Tapi bukan berarti itu akhir dari segalanya tetapi harus menjadi sarana belajar yang akan membantu kita mencapai keahlian atau kesuksesan yang kita inginkan.

Comments

Article by: admin