Menjadi Pengusaha Harus Eksis dan Narsis

Mien R Uno Foundation di Institut Pertanian Bogor

Mien R Uno Foundation (MRUF) bersama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan dengan tema “Strategi Pengembangan Bisnis dan Pengelolaan SDM dan Tim yang Solid” pada tanggal 29 Juli 2010 di kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) Bogor bagi mahasiswa binaan MRUF dan mahasiswa umum. Tujuan diadakannya pelatihan ini adalah agar calon wirausaha mampu menyesuaikan cara pengelolaan usaha dan mampu membentuk tim usaha yang solid.

Pada kesempatan pertama, tampil seorang motivator, Hari Subagya, yang memfokuskan pada semangat dan jiwa wirausaha. Para peserta diajak untuk melihat sendiri sikap-sikap yang tanpa disadari oleh peserta dan kebanyakan orang dapat menurunkan semangat juang serta mematahkan kemampuan diri. Pembicara menekankan bahwa selalu ada jalan keluar dari hambatan yang dialami, selama ada tekad dan kemauan. Hari Subagya mengatakan, “orang bodoh menemukan jalan buntu, orang pintar menemukan jalan keluar.”

Pembicara sesi kedua, Asdwin Noor, pemilik usaha Quemama menuturkan, “Kalau Anda jadi pengusaha harus eksis dan narsis agar dikenal orang. Kalau orang tidak kenal Anda, tidak kenal bisnis Anda, tidak ada yang mau membeli produk Anda selamanya.”

Kalau orang tidak kenal Anda, tidak kenal bisnis Anda, tidak ada yang mau membeli produk Anda selamanya.
Dalam pelatihan ini, Asdwin Noor menjelaskan bahwa sebuah usaha dapat dikembangkan dengan berbagai cara, misalnya menambah varian produk, franchise, keagenan, online dan lain-lain. Namun, sebelum sebuah usaha dikembangkan, sebaiknya produk atau jasanya sudah memiliki standar tertentu begitu juga operasionalnya sehingga ada jaminan mutu dan pelayanan bagi konsumen.

Pada bagian akhir sesi, ada studi kasus di mana peserta dibagi dalam beberapa kelompok. Mereka diminta untuk mencari ide pengembangan usaha dari salah satu anggota kelompoknya lalu dilakukan pembagian tugas untuk mengatur pekerjaan dalam tim. Sehingga peserta mampu mengeksplorasi ide pengembangan usaha dan mampu menciptakan tim yang memiliki peranan yang sesuai kemampuannya. Nita, salah seorang peserta, tidak menyangka bahwa usaha pembesaran lelenya dapat menjadi restoran terpadu lewat diskusi kelompok.

Melalui pelatihan ini, peserta mengetahui manfaat menemukan ide pengembangan usaha yang tepat dengan didukung tim yang solid dan berkapasitas di bidangnya,akan sangat membantu dalam memajukan usaha.

Comments

Article by: admin