Meramu Yogurt Cita Rasa Indonesia

Meramu Yogurt Cita Rasa Indonesia

The Story ofMohamad Rifqi (1) Brand bisnis saya adalah Yogurt ID. Pada awalnya bisnis ini berjalan dengan sistem direct selling dengan menyewa sepetak tanah dan booth diatasnya. Penjualan dengan sistem ini berjalan selama 6 bulan, lalu saya beralih ke penjualan indirect selling dengan cara konsinyasi. Pada proses berjalannya bisnis ini banyak hal yang menjadi hambatan dan akhirnya sempat mengalami kerugian yang cukup besar bagi saya. Salah satu hambatannya adalah kualitas rasa. Untuk menemukan cita rasa seperti sekarang ini saya banyak mengalami kegagalan karena basic saya adalah accounting yang menjadikan saya sangat awam dalam berurusan dengan bakteri. Tetapi hal itu tidak membuat saya berhenti begitu saja, yang perlu saya lakukan hanya belajar dan disiplin dalam menjalankan bisnis ini.

Untitled design (1)Saya banyak belajar bagaimana membuat yogurt dari salah satu pengusaha yogurt di Bandung, beliau banyak mengajari saya bagaimana cara membuat yogurt yang baik dan apa saja yang perlu dan tidak boleh dilakukan dalam proses produksi yogurt. Setelah beberapa kali percobaan akhirnya saya menemukan cara membuat yogurt yang sesuai dengan cita rasa masyarakat Indonesia. Kebanyakat masyarakat Indonesia masih awam dengan produk yogurt, terlebih rasa yogurt yang asam menjadikannya aneh oleh sebagian masyarakat. Hal ini menjadi PR besar bagi saya supaya dapat menciptakan rasa yang sesuai, walaupun pada kenyataannya memang tidak mungkin kita dapat membuat rasa yang disukai semua orang, karena tiap orang memiliki cita rasa dan kegemaran yang berbeda. Tetapi selama mayoritas konsumen saya menyukainya, maka itu bukanlah masalah besar untuk saya. Saya hanya perlu yakin dan terus melakukan inovasi produk sehingga masyarakat pun tidak akan bosan dalam mengkonsumsi produk yogurt saya.

Setelah mengikuti program beasiswa Mien R. Uno Foundatin, bisnis saya semakin maju dengan bantuan trainer dan coach yang selalu memberikan saya masukan dan arahan dalam menjalankan bisnis. Semula bisnis saya hanya menggunakan sistem penjualan konsinyasi, tetapi sekarang sudah merambah ke sistem penjualan business to business, yaitu saya langsung menjual yogurt ke tempat-tempat yang memerluhkan supply yogurt seperti restoran, cafe, hotel dan lain sebagainya. Pada saat ini saya juga telah mendapatkan dana investasi lebih dari 100jt untuk mengembangkan bisnis saya. Semua ini tidak dapat saya raih tanpa dukungan dari Mien R. Uno Foundation. Terima kasih MRUF dan Donatur Bank Mandiri yang telah mempercayakan donasinya kepada saya sehingga bisnis saya dapat berkembang sampai sekarang ini.

Comments

Article by: Admin MRUF

You may also like these posts
Kenali Bisnismu di Training 2 MRUF ENVOY VIIIMelihat Langsung Usaha Pengembangan Industri kreatif di Rumah Batik TBIG