Setengah Tahun Berjalan, 11 dari 43 Mahasiswa Envoy VI Bebas Beasiswa

Setengah Tahun Berjalan, 11 dari 43 Mahasiswa Envoy VI Bebas Beasiswa

Enam bulan bergulir, Program Beasiswa Wirausaha Mahasiswa (MRUF ENVOY) telah memfasilitasi para mahasiswa Envoy beragam training dan coaching bisnis. Memasuki training ketiga, secara mengejutkan, 11 dari 43 mahasiswa Envoy VI menyatakan bebas beasiswa. Bebas beasiswa merupakan suatu kondisi dimana mahasiswa telah merasa mampu membiayai kehidupannya dari hasil usahanya, sehingga memutuskan untuk tidak lagi menerima uang beasiswa Program MRUF Envoy, namun tetap menjalani training dan coaching bisnis sampai waktu yang telah ditentukan.

Ke sebelas mahasiswa tersebut yaitu Hadi Maulana, Nur Hadi Kusumo, Fikri Noor Shofwan, Moch.Affandi, Mohd. Fauzy, Imaduddin A. Majid, Ghufron M.A, Galih Pambudi, Iqbal Viali, Ririn Indrawati, dan Ahmat Nurul Hidayat. Keputusan mereka untuk bebas dari beasiswa, didasari oleh pertimbangan kemajuan usaha dan keinginan untuk mandiri.

Karena usaha yang tengah digeluti telah cukup menghasilkan, sehingga tak ada lagi alasan bagi mereka untuk menerima uang beasiswa. “… Setelah coaching ke-2, saya mulai terpanggil untuk bebas beasiswa karena Alhamdulillah pendapatan dari bisnis sudah bisa menutupi biaya hidup, bahkan saya tidak lagi minta uang ke orang tua untuk biaya kuliah dan sehari-hari. Dan akhirnya Bismillah sekarang saya memutuskan bebas beasiswaterang Ririn Indrawati, mahasiswa Envoy yang menjadi perempuan satu-satunya yang telah bebas beasiswa.

Sebagian mahasiswa menyatakan bahwa dengan bebas beasiswa mereka akan lebih terpacu dan tertantang untuk lebih giat dan gigih dalam mengembangkan usaha mereka karena tidak ada lagi uang cuma-cuma yang mereka dapatkan tiap bulannya. “Ada dorongan moral didalam hati saya untuk tidak lagi bergantung pada uang beasiswa. Saya ingin lebih gigih lagi dalam mengembangkan usaha. Saya tidak mau selamanya berada ditepian, saya ingin berlayar sampai ketengah supaya bisa dapat ikan lebih banyak.” ungkap Hadi Maulana, pemilik usaha lumpia bakso asal Semarang.

Keputusan mereka untuk bebas beasiswa patut diacungi jempol. Pasalnya, keputusan tersebut  bukanlah keputusan yang mudah. Kekhawatiran dan ketakutan tidak dapat memenuhi biaya hidup dan kuliah tak jarang kerap membayangi. Namun, tekad bulat dan semangat untuk maju mengantarkan mereka pada usaha dan kerja keras yang pada akhirnya menampik kekhawatiran tersebut. “Jujur setelah lepas dari beasiswa saya merasa takut kebutuhan saya tidak dapat terpenuhi. Meminta pada orang tuapun sungkan. Makanya sekarang saya usaha lebih keras, cari orderan sana-sini supaya bisa terus dapat penghasilan”  tegas Ghufron M.A, mahasiswa Envoy Surabaya.

Kini kesebelas mahasiswa tersebut, harus berjuang lebih keras untuk hidup dan usaha mereka. Harapannya, keberanian mereka untuk bebas dari beasiswa dapat mendidik mereka lebih mandiri dan memacu mereka untuk lebih lebih sukses depannya. (map)

 

Comments

Article by: Admin MRUF