Sharing Dedi Romero Mister Sambel: Pendekatan Personal untuk Melayani Pelanggan

Sharing Dedi Romero Mister Sambel: Pendekatan Personal untuk Melayani Pelanggan

Salah satu aspek dari model bisnis ritel adalah perspektif atas pelanggan. Apa yang menjadi nilai tambah dari bisnis yang muncul di mata pelanggan.

Untuk memberikan wawasan mengenai model bisnis yang mengutamakan layanan dan kualitas, MRUF memfasilitasi penerima beasiswa wirausaha MRUF Envoy V (Mien R. Uno Foundation – Entrepreneur Development Scholarship for Youth Angkatan V) untuk belajar dari Dedi Romero, pemilik Mister Sambel.

Sharing ini diadakan pada tanggal 5 Desember 2013 di Jentra Hotel, Jogjakarta dalam rangkaian training II Business Mastery mahasiswa). Sharing dilaksanakan dalam suasana yang segar, karena gaya pembicara yang berlatar belakang penyiar.

Dedi Romero membangun usaha Mister Sambel di kawasan Bantul, Jogjakarta. Latar belakangnya sebagai seorang entertainer (penyiar radio di Jogjakarta dan MC) tidak menyurutkan keinginannya untuk berbisnis. Ide bisnisnya terlintas ketika ia menyadari bahwa sambal yang dibuat oleh ibunya sangat enak, sehingga ia ingin orang lain juga dapat menikmatinya.

Kini usahanya telah memiliki 3 cabang dan memiliki pelanggan tetap. Kiat yang ia berikan untuk menghadapi pelanggan adalah kita perlu lakukan pendekatan secara personal kepada pelanggan, ketahui apa yang bisa diperbaiki dari bisnis kita. Tidak malu-malu ia sering kali menghampiri para pelanggan dan mengajak mereka mengobrol santai dan menanyakan bagaimana kualitas makanan yang ia jual dan apakah ada masukan. Dengan gayanya yang friendly ia pun mudah mendapatkan kedekatan dengan para pelanggan.

Perlakuan personal tidak hanya ia lakukan terhadap para pelanggan. Ia pun melakukan pendekatan personal dengan para karyawannya. “Tidak gengsi saya ikut mencuci piring. Berikanlah contoh yg baik, leading by example.” Pungkasnya. Dengan caranya tersebut ia menyatakan mampu menjalin hubungan yang baik dengan karyawan bahkan menumbuhkan rasa kecintaan karyawan untuk bekerja di rumah makannya tersebut.

Ia menegaskan bahwa sebagai pemilik usaha kita perlu menciptakan kebersamaan yang sederhana “Bahkan saya suka melakukan outing, karaoke, nonton bareng dengan karyawan.” Menurutnya berbagi bisa kepada siapa saja, dan lebih baik dengan karyawan sendiri, karena mereka juga menentukan sukses atau tidaknya bisnis kita. “Punya bisnis, jangan pelit ilmu sama karyawan. Impikan karyawanmu punya bisnis sendiri” jelasnya.

Comments

Article by: admin