Membekali Calon Social Entrepreneurs

Membekali Calon Social Entrepreneurs

Pada tanggal 4 Juli 2012 kemarin, salah satu mitra kami yaitu Karya Salemba Empat (KSE) mengundang kami untuk ikut serta dalam acara Social Entrepeneurship Camp yang diadakan di Kampoeng Kidz, Batu Malang. Acara Social Entrepeneurship Camp ini sendiri diadakan mulai tanggal 3 Juli 2012 hingga 9 Juli 2012.

Selama 8 hari peserta diberikan materi mulai dari motivasi hingga praktek di lapangan mengenai Social Entrepreneurship di lokasi Kampoeng Kidz. Di sesi malam tanggal 4 Juli 2012, Mien R Uno Foundation diwakili oleh Bapak Sandiaga S. Uno memberikan materi mengenai Social Entrepeneurship mulai dari apa itu social entrepreneurship hingga contoh-contoh para social entrepreneur itu sendiri.

Social Entrepreneurship memang merupakan hal yang baru bagi para peserta social entrepreneurship camp KSE ini. Pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh peserta rata-rata menanyakan soal bagaimana cara membangun sebuah social enterprise dan bagaimana cara mencari solusi dari permasalahan sosial yang ada disekitar mereka.

Memang belum banyak contoh social entrepreneur yang sukses dan diliput oleh media massa. Beberapa yang sudah mulai dikenal adalah Masril Koto dari Padang dan Ibu Ning Hermanto. Mereka berdua juga merupakan anggota dari AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia).

FC Barcelona sebagai contoh Social Entrepreneurship

Beberapa contoh Social Entrepreneur dari luar negeri diantaranya Anita Roddick, pendiri The Body Shop, dan FC Barcelona. Cerita FC Barcelona memang tergolong unik. Dimana semua klub sepak bola memasang logo sponsor di baju seragam mereka, FC Barcelona malah memasang logo UNICEF. Belakangan FC Barcelona memasang logo Qatar Foundation. UNICEF bukanlah sponsor dari FC Barcelona dimana mereka memberikan uang kepada FC Barcelona agar logo mereka dipasang di baju seragam. Melain sebaliknya dimana FC Barcelona yang mendonasikan uang kepada UNICEF.

Perbedaan FC Barcelona dengan klub sepak bola lainnya ini memang diawali dari pendirian klub itu sendiri. FC Barcelona didirikan untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kota Barcelona terhadap olahraga. FC Barcelona bahkan memiliki kelas khusus bagi anak-anak yang bermasalah di sekolah. Anak-anak yang sering membuat masalah di sekolah akan diberikan 2 pilihan, yaitu mengikuti sekolah di FC Barcelona selama 6 minggu atau drop out dari sekolah. Hampir semua anak akan memilih sekolah di klub favoritnya ini. Setelah selesai program 6 minggu di FC Barcelona hampir seluruh anak-anak ini bersedia meneruskan sekolah di sekolah asal mereka.

Lionel Messi dulunya adalah seorang anak yang mengidap penyakit hormonal. Ia harus diberi suntikan setiap minggu dan 1 kali suntik menelan biaya 500 dollar amerika. Orang tua Messi tidak sanggup membiayai perawatannya. Hanya FC Barcelona yang mau membiayai perawatan Lionel Messi hingga akhirnya ia sembuh.

Ini adalah salah satu contoh bagaimana sebuah klub sepak bola yang juga merupakan institusi bisnis, memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitarnya selain menghasilkan keuntungan.

Comments

Article by: admin