Pembukaan Beasiswa Wirausaha Mahasiswa

Para penerima beasiswa Mien R. Uno Foundation (MRUF) dari Universitas Indonesia (UI),  Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Paramadina (UPM) Jum'at lalu (4/9) mengikuti Pembukaan Program Wirausaha Mahasiswa dalam sebuah acara gathering di Senayan Golf Driving Range Jakarta sebagai pertemuan perdana dalam rangka pembinaan kewirausahaan.  Acara ini dimaksudkan untuk menggali masalah-masalah yang dialami oleh para mahasiswa dalam menjalankan usaha.  Para peserta program juga diberikan penjelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan untuk membimbing mereka menjalankan usaha.

 

Dalam kesempatan tersebut Tatan A. Taufik Ketua Pengurus Yayasan Karya Salemba Empat menyatakan  “Kami sangat senang dengan inisiatif MRUF untuk memberikan beasiswa dengan skema khusus bagi mahasiswa yang berwirausaha. Dan ternyata animo mahasiswa untuk mengikuti program ini lumayan besar,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bima P. Santosa Deputi Rektor Universitas Paramadina menyatakan bahwa dirinya terkesan dengan keberadaan para mahasiswa yang telah berani memulai usaha di usia muda.  Menurutnya semangat saja tidak cukup, perlu eksekusi agar sebuah ide menjadi kenyataan.  Ini yang tidak banyak dimiliki oleh kalangan muda kita.  Para mahasiwa wirausaha penerima beasiswa MRUF  ini telah membuktikan diri mampu mengeksekusi sebuah ide.

 

Tampil memberikan semangat dalam gathering ini adalah pendiri dan pembina MRUF Mien R. Uno dan Sandiaga S. Uno.  Mien R. Uno yang juga seorang pakar kepribadian dari Lembaga Pendidikan Duta Bangsa menekankan kepada para mahasiswa untuk selalu bersemangat, karena seorang wirausaha yang sukses selalu bersemangat.  Mereka juga harus tahan banting dan tidak gampang menyerah.  Berbekal dua hal tersebut segala masalah akan bisa diatasi.

 

Dalam sesi brainstorming terungkap bahwa sebagian besar peserta  mengeluhkan permasalahan modal usaha, terutama para mahasiswa yang baru dalam tahap merencanakan usaha.  Para mahasiswa yang telah memiliki usaha meyakinkan rekan-rekannya untuk tidak terpaku pada persoalan modal.  Modal dapat disiasati memanfaatkan modal orang lain asalkan memiliki ide usaha dan semangat yang tinggi.  Salah seorang peserta juga menyarankan agar memulai usaha dari skala kecil jika tidak memiliki modal yang cukup.

 

Menanggapi keraguan sebagian peserta, Sandiaga S. Uno meyakinkan bahwa menjadi pengusaha bukan monopoli keluarga pengusaha. ”Saya adalah pengusaha kecelakan. Saya jadi pengusaha karena di-PHK.  Perusahaan tempat saya bekerja dulu terkena krisis,” lanjutnya.

Mitra






StayConnected

Keep in-touch with us through: